Pengrajin Tas Mulai Resah Terhadap Lemahnya Nilai Rupiah

Sidoarjo,(DOC) – Masih tingginya nilai tukar $US terhadap rupiah, membuat para pengerajin tas dan koper di daerah Tanggulangin Sidoarjo resah. Pasalnya dengan kondisi saat ini, dimana $US masih diatas Rp 10.000 secara tidak langsung akan memberatkan para pengerajin yang masih banyak menggunakan bahan baku impor.

Ketua Industri Tas dan Koper (Intako), Sihabbudin mengatakan, selain memberatkan para pengerajin terkait bahan baku yang masih banyak menggunakan bahan baku impor, juga sudah dipastikan akan mempengaruhi menurunnya daya beli masyarakat.

“Memang untuk bahan baku hampir 90% kami menggunakan impor, karena kualitasnya yanh jauh lebih baik, hanya 5% sisanya kami menggunakan bahan baku lokal, itu pun tidak untuk tas maupun koper. Sementara kalau kondisi $US saat ini yang masih tinggi sudah pasti masyarakat juga tidak akan membeli tas atau koper, karena bukan kebutuhan pokok, ini artinya akan terjadi penurunan daya beli,” kata Sihabbudin,” Selasa (10/9/2013).

Sihabbudin mengatakan, meskipun sampai saat ini pihaknya masih terus memproduksi tas dan koper, semuanya juga masih menggunakan bahan baku stok yang lama, ini pun juga tidak banyak produksi yang dihasilkan, karena bahan bakunya yang juga tidak banyak.

“Bahan baku untuk saat ini masih ada sisa yang lama, namun kan untuk bulan depannya lagi kami juga tetap harus beli bahan baku supaya kami tetap dapat beroperasi, tapi mungkin juga akan kami kurangi pembelian bahan baku impor kalau situasinya masih seperti saat ini,” terangnya.

Sihabbudin berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah untuk bisa mengatasi kondisi perekonomian saat ini. Karena para pelaku industri menengah seperti Intako ini membutuhkan suatu iklim industri yang kondusif agar tetap bisa bertahan.(k8/r7)