Pengunjung Takjub dengan Foto-foto Resolusi Jihad

Tidak ada komentar 247 views

Seorang pengunjung sedang mengamati foto Hadratisyekh KH Hasyim As’ari

Surabaya (DOC) – Ada yang menarik dalam pameran foto bertajuk ‘Dibalik Pertempuran Arek-arek Surabaya 10 November 1945’.¬† Pameran yang diselenggarakan PC GP Ansor Surabaya di Atrium Royal Plaza, kemarin (5/11) dan akan berakhir (11//11)

mendatang, menampilkan foto-foto yang belum banyak dikenal masyarakat
umum. Dalam pameran tersebut, sejumlah rekaman gambar yang dipajang banyak membuat decak kagum para pengunjung yang hadir. Pasalnya, peran ulama dalam peperangan yang menelan korban ribuan jiwa tersebut justru sangat kental.

Namun, selama ini tidak pernah terekspose baik melalui media maupun kurikulum yang di ajarkan di lembaga-lembaga resmi milik pemerintah.

”Saya baru tahu ada foto-foto ini, ternyata peran santri sangat kental, terbukti ada Resolusi Jihad yang ternyata menjadi motivasi utama pertempuran 10 November. Kok dalam sejadah ndak ada ya,” ujar salah satu pengunjung saat memerhatikan foto KH Hasyim As’ayari memimpin rapat sebelum resolusi dikeluarkan. Foto-foto yang menggambarkan perundingan dan tokoh-tokoh ulama berkait dengan keluarnya Resolusi Jihad pun mengundang kekaguman para pengunjung.

Tak hanya foto-foto lawas yang ditampilkan panitia, beberapa foto-foto masa kini pun dipajang  dengan harapan menjadi motivasi bagi generasi penerus yang menyaksikan pameran tersebut.

Pameran yang nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti lomba
mewarnai untuk anak TK, bedah buku, dan disuksi tersebut kemarin dibuka
Wakil Katib Suriah PWNU Jatim, dr Mohammad Tohir.  Hadir dalam pembukaan putra kandung Pahlawan Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo, dan keluarga almarhum KH Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah, Jombang.

Dalam sambutannya, dr Mohammad meminta agar generasi muda NU wajib
menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi
muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme.

“Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa
mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas,” ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan, perjuangan bangsa kita harus
terus lestari. “Semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang
pada generasi muda. Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para
pahlawan mulai tumbuh,” kata Bambang.

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor
sebagai badan otonom NU memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke
masyarakat jika Resolusi Jihad NU wajib atau fardu ‘ain untuk masuk dalam
sejarah kemerdekaan Indonesia. Resolusi Jihad NU yang dilahirkan kiai Jawa-
Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa
kemerdekaan. (r3)