Pengusaha Hiburan Intervensi Pansus Raperda Pariwisata

Surabaya, (DOC) – Dalam pembahasan Raperda Pariwisata, terjadi tarik ulur. Pansus bahkan tak satu suara dalam pembahasan itu. Diduga, pengusaha hiburan malam campur tangan dalam pembahasan tersebut.

Tidak sepahamnya wakil rakyat ini terkait soal jam buka atau tidak tempat hiburan pada bulan suci Ramadhan, termasuk karoke keluarga.

Beberapa anggota Pansus meminta adanya dispensasi supaya tempat hiburan malam pada bulan suci hanya tutup pada awal bulan puasa saja, sedangkan untuk pertengahan bulan bisa dibuka dan ditutup kembali saat menjelang hari raya Idul Fitri.

Salah satu anggota Pansus KH Muhammad Na’im Ridwan tidak sepaham dengan pendapat tersebut. Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya ini malah meminta tidak hanya tempat hiburan malam dewasa yang ditutup, melainkan semua tempat karoke keluarga juga harus ditutup. Kata dia, bedanya tipis antara karaoke dewasa dan keluarga. Ini semua untuk menghormati umat Islam dalam menjalan ibadah puasa.

“Kita tidak bisa membedakan mana karoke dewasa dan keluarga, waktu bulan puasa pun karoke keluarga juga menjual miras dan para pengusaha memanfaatkan situasi,” kata Gus Na’im, disela-sela sidang paripurna, Selasa (27/11/2012).

Tidak hanya itu saja, Gus Na’im menegaskan, tidak ada dispensasi buat tempat hiburan malam pada bulan suci. Rencananya Pansus akan mengundang beberapa elemen masyarakat untuk dilibatkan dalam pembahasan Raperda ini.

“Kita akan mengundang elemen masyarakat, baik itu elemen pengusaha hiburan malam, tokoh masyarakat dan para ulama,” kata Gus Na’im. (k11/r4)