Penipuan Sertifikasi Guru Marak di Diknas Jatim

Tidak ada komentar 179 views

Surabaya,(DOC)Mafia jasa pengurusan sertifikasi guru ternyata bebas berkeliaran di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional(Diknas) Provinsi Jawa Timur.
Tidak sedikit korban yang menjadi sasaran aksi mafia jasa pengurusan sertifikasi guru dengan mengaku sebagai pekerja Diknas Pendidikan Jatim.
Sekitar puluhan guru korban penipuan, sebelumnya di ‘iming-iming’ bisa mudah mendapat sertifikasi tanpa melalui tes dengan hanya membayar biaya pengurusan yang bervariasi yaitu Rp4 Juta sampai Rp6 Juta per-orang.
Untuk meyakinkan mangsanya, para mafia ini, memasang prosedur persyaratan standar misalnya harus bergelar S1, mempunyai Nomor Unik Pendidik Tenaga Kependidikan( NUPTK ), telah mengikuti ujian Kompetensi Guru(UKG), dan ujian Pendidikan Latihan Provesi Guru(PLPG).
Namun ketika para korban telah membayar biaya pengurusan tersebut, mafia jasa pengurusan setifikasi guru ini langsung menghilang.

Para mafia jasa pengurusan sertifikasi guru ini, kabarnya dipromotori oleh oknum Diknas Jatim, untuk memuluskan prakteknya. Indikasi tersebut semakin kuat, setelah para korban menyerahkan seluruh persyaratan dan uang pengurusan ke Oknum Pegawai Diknas Jatim. Kini oknum Diknas tersebut menghilang dan jarang ditemui dikantor. Bahkan para korban ini mengaku kesulitan menemui oknum pegawai Diknas Jatim, dikantornya.

Informasi yang dihimpun dilapangan, kurang 5 orang korban yang berhasil menemuinya dan dikembalikan uangnya dengan cara mengangsur. Aksi oknum Diknas Jatim yang melanggar Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi ini,diduga masih berkeliaran dan mencari mangsa baru.
Berdasarkan laporan para korban yang enggan menyebutkan namnya, bahwa oknum Dinas Pendidikan Jatim yang melakukan praktek penipuan jasa pengurusan sertifikasi guru, berinisial BJ. Bukan hanya untuk guru Sekolah Dasar(SD) saja, melainkan juga korban juga menimpa 5 orang Guru Taman Kanak-kanak(TK) diwilayah Surabaya Barat.
“Kini 5 orang guru TK itu, juga terus mencari oknum Diknas untuk meminta pertanggungjawaban,”ungkap guru SD salah satu korban penipuan, Rabu(30/4/2014).
Terpisah, hingga berita ini diturunkan, BJ belum juga bisa dikonfirmasi via seluler sama sekali. Bahkan SMS-pun tak dibalasnya.(r7)