Penjegalan Wawali Ada Politik Bagi-Bagi Rejeki

Tidak ada komentar 122 views

Surabaya, (DOC) – Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan (PDI Perjuangan) harus kerja keras dalam meloloskan Wisnu Sakti Buana (WS) menggantikan Bambang DH sebagai wakil walikota Surabaya. Pasalnya berbagai cara dilakukan orang-orang sekeliling Walikota Surabaya Tri Rismaharini untuk menjegal putra pentolan PDIP ini. Bakan desas desus yang berkembang diinternal gedung wakil rakyat ini sempat menyebut finasial.
Berdasarkan informasi diinternal DPRD Surabaya menuturkan, jika dirinya pernah ditelpon salah satu orang sekeliling pemkot dimana mereka menawarkan sejumlah uang supaya menjegal WS menduduki kursi wakil walikota (wawali).
“Ada salah satu ketua fraksi yang bilang kesaya pernah ditelpon orang yang mengaku dilingkungan ekseskutif menawarkan sejumklah uang sebesar Rp. 50 juta supaya menjegal WS,“ kata sumber tersebut.
Lebih lanjut sumber ini menuturkan nilai yang ditawarkan tidak sama yakni sekelas ketua fraksi dihargai Rp 50 juta sedangkan anggota fraksi senilai Rp 25 juta. “Nilainya tidak sama, namun tawaran tersebut ditolak,” ujarnya.
Namun sayang saat disinggung fraksi apa yang sudah ditelpon dan fraksi mana saja yang ditelpon yang ditawari dana untuk menjegal WS dengan diimingi-imingi sejumlah uang, dia enggan menjawab. “Waduh saya tidak tahu ketua fraksi mana aja yang sudah ditelpon namun yang bilang kesaya ini ngomong mendapatkan telpon dan ditawari,” tegasnya.
Terpisah Wakil Ketua Fraksi PKB Masdhuki Toha saat dikonfirmasi mengatakan dirinya tidak tahu menahu hal tersebut dan sampai sekarang baik ketua Fraksi PKBN dan dirinya berserta anggotanya tidak pernah mendapatkan telpon terkaitan tawaran untuk menjegal WS dengan imbalan sejumlah uang.
“Alhamdulillah sampai sekarang Fraksi PKB tetap konsisten dan tidak pernah mendapatkan telpon untuk menerima sejumlah uang untuk menjegal WS,” tegasnya.
Lebih lanjut pria yang juga menjadi anggota Komisi D ini menuturkan, Wawali merupakan hak dari PDI Perjungan, karena partai berlambang banteng moncong putih ini partai pemenang dalam pemilihan walikota kemarin.
“Wawali itu hak PDI Perjuangan meskipun ada godaan dari pihak luar ya itulah politik pasti adanya yang menggoda,” ungkapnya. sembari menjelaskan dirinya kemarin ketemu dengan WS dan sempat melakukan komunikasi menyarahkan supaya melakukan komunikasi dengan ketua fraksi yang ada di DPRD Surabaya. Kemarin saya ketemu dengan beliau supaya melakukan komunikasi dengan fraksi-fraksi,” tegasnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Fraksi PDS Simon Lekatompessy jika dirinya tidak pernah mendapatkan telpon terkaitan tawaran untuk menjegal. “ Tidak ada yang telpon menawarkan sejumlah uang supaya pansus dan paripurna dimolorkan untuk menjegal langkah WS,” ujarnya.
Pria yang kini lebih memilih berusaha dari pada terjun kedunia politik dalam pemilu mendatang mengaku pernah melakukan klarifikasi terhadap Walikota Surabaya terkait kabar orang nomor satu dikota pahlawa ini melakukan intervensi terhadap langkah WS menggantika BDH.
“Kita teman-teman lintas fraksi sempat mempertanyakan langsung kepada Bu Wali terkait kabar kalau beliau melakukan intervensi namun Bu Wali dengan tegas menyatakan tidak melakukan intervensi,” kata Simon.
Pernyataan yang sama juga disampakan Ketua Fraksi Gabungan APINDO DPRD Surabaya Eddy Rusiyanto kalau dirinya tidak tahu menahu terkait kabar tersebut. Karena beberapa hari ini dirinya sibuk mengurus Ibu-nya yang sedang sakit.
“Tidak tahu saya dan sampai sekarang tidak yang telpon terkait pergantian wawali, karena saya kemarin fokus dengan Ibu yang sedang sakit,” pungkasnya. (r4)