Penjual Kartu Perdana di Jatim Juga Tuntut Mundur Menkominfo

foto : Aksi demo penjual kartu perdana digedung DPRD Jatim

Surabaya,(DOC) – Bukan hanya di Jakarta dan daerah-daerah lain, aksi unjuk rasa para penjual kartu perdana juga terjadi di Surabaya, Senin(2/4/2018) pagi.

Ribuan penjual kartu perdana yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) wilayah Jawa Timur, men-demo Menkominfo, Rudiantara di gedung DPRD Provinsi Jawa Timur, Jl. Indrapura Surabaya.

Mereka meminta Rudiantara mundur dari jabatannya sebagai Menkominfo, karena telah merivisi Permen Kominfo nomor 12 tahun 2016 menjadi Permen Kominfo nomor 14 tahun 2017 yang dianggap membohongi jutaan pedagang gerai pulsa se Indonesia.

Aksi ribuan pedagang pulsa ini dilakukan serentak di 28 kota se-Indonesia.

“Permen Kominfo nomor 14 tahun 2017 itu tentang pembatasan 1 NIK (nomor induk kependudukan) hanya berlaku untuk 3 simcard saja. Ini sama saja mematikan mata pencaharian jutaan pedagang pulsa se-Indonesia. Kami meminta Menkominfo mundur karena telah membohongi kami,”  ungkap Iwan Suhu, koordinator aksi.

Selain berorasi dan membentangkan spanduk penolakan penerapaan Permen Kominfo, para penjual kartu perdana ini, juga menggelar aksi teatrikal di depan halaman gedung DPRD Provinsi Jatim yang dilingkari kawat berduri.

Aksi teatrikal yang dilakukan oleh beberapa demonstran menunjukkan gambaran soal penderitaan para pedagang kartu perdana, pasca Menkominfo Rudiantara menerapkan kebijakan 1 NIK hanya berlaku untuk 3 simcard.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di jalan Indrapura sempat mengalami hambatan hingga macet total.(hadi/r7)