Penjual Lukisan Palsu Dituntut 1 Tahun Penjara

Tidak ada komentar 503 views

Salah satu lukisan Affandi berjudul Bunga Amarilis

Surabaya, (DOC) – Inilah pelajaran bagi para kolektor lukisan agar lebih hati-hati dan tak mudah ditipu. Hal ini yang dilakukan terdakwa Olivia Andiriani (30), asal Bekasi. Wanita berbadan subur ini telah melakukan penipuan dengan menjual lukisan palsu karya maestro Affandi.

Akibat ulahnya, terdakwa dituntut oleh jaksa penuntut umum Andri Winanto. Jaksa dari Kejari Surabaya ini menuntutnya dengan hukuman penjara 1 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (6/11/2012).

Terdakwa Olivia diyakini jaksa melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan, bukannya pemalsuan atau UU ITE. “Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan dengan cara menjual lukisan palsu,” kata jaksa Andri, dalam surat tuntutannya.

Menurut jaksa, salah satu saksi Edwin yang juga korban terdakwa menjelaskan, dia diperdaya terdakwa untuk membeli lukisan palsu karya Afandi. Awalnya, Edwin membaca iklan penjualan lukisan Afandi yang dimuat terdakwa di internet, 27 Maret 2012 lalu. Iklan tersebut tidak memuat gambar dan harga lukisan, hanya memuat nomor kontak terdakwa.

Selanjutnya, Edwin menghubungi terdakwa melalui nomor ponsel yang tertera di iklan internet. Singkatnya, pada 29 Maret pagi, ada proses tawar-menawar antara korban dengan terdakwa. Saat itu terdakwa menawarkan lukisan lainnya karya Lemayer dan Sudjono. Karya Sudjono dibeli korban sebesar Rp 10 juta.

Selanjutnya, setelah proses tawar-menawar, karya Affandi juga dibeli korban. Total dana dikeluarkan korban untuk membeli lukisan terdakwa hampir Rp 200 juta. kejanggalan dimulai setelah korban menanyakan sertifikat keaslian lukisan Afandi justru tak ada.

Kuatir kedoknya terkuak, terdakwa meyakinkan korban bahwa lukisan itu asli dengan mengatakan bahwa lukisan Affandi yang ditawarkannya adalah warisan dari kakek terdakwa. Dari situlah kemudian diketahui bahwa ternyata lukisan sang maestro yang dijual terdakwa adalah palsu. Edwin lantas melaporkan terdakwa ke Polrestabes Surabaya. Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa enggan berkomentar. Sementara Edwin, korbannya, mengatakan tuntutan tersebut amat ringan. (k1/r4)