Dugaan Penyimpangan Dana Proyek IPAL PD RPH Juga Disoroti Kejari Perak

foto ; tempat penjagalan hewan ternak di PD RPH Pergirikan Surabaya(dok)

Surabaya,(DOC) – Kejaksaan Negeri  (Kejari) Tanjung Perak Surabaya mengungkap dugaan Korupsi di Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Surabaya.

PD RPH yang berkantor di Jalan Pegirian Surabaya, ini ditengarai telah melakukan penyimpangan dana pembangunan Instalasi Pengelolahan Air Limbah  (IPAL) sebesar Rp. 3.850.000,-.

Dana tersebut merupakan anggaran penyertaan modal PD RPH pada tahun 2009 lalu.

“Itu anggaran penyertaan modalnya, Kalau anggaran pembangunan IPAL nya sebesar Rp 600 juta,” terang Kasi Intel Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie saat dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (25/2/2018).

Pembangunan IPAL di PD RPH tersebut, Lanjut Lingga, ternyata tidak sesuai dengan bestek, sehingga muncul adanya kerugian keuangan negara pada proyek pembangunan IPAL itu.

“Sementara dari hitungan yang kami dapat, nilai kerugiannya sebesar Rp 200 juta-an,” imbuhnya.

Kini, Proses penanganan kasus pembangunan IPAL tersebut telah dinaikkan statusnya, dari penyelidikkan ke penyidikkan berdasarkan surat perintah penyidikkan yang di tanda tangani Kajari Tanjung Perak, tertanggal 14 Febuari 2018.

“Status penangannya sudah dinaikkan ke Penyidikkan, berdasarkan Sprint Prin-02/0.5.4.2/Fd.1/02/2018,” kata Lingga Nuarie.

Diakui Lingga, Dugaan korupsi di tubuh PD RPH Surabaya ini merupakan temuan dari seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Tanjung Perak. Menurut dia, selama proses penyelidikkan tim penyidik Pidsus telah menggali sejumlah data dan keterangan dari 25 orang saksi.

“Temuan dugaan korupsi ini murni produk Pidsus. Setelah penyidik yakin ada pemyimpangan, barulah statusnya ditingkatkan ke penyidikkan,” pungkasnya.(pro/r7)