Perang Dukungan Cagub Jatim Memanas

Tidak ada komentar 137 views

Surabaya (DOC) – Pemilihan Gubernur Jawa Timur direncanakan digelar Agustus 2013. Namun, tensi politik mulai memanas seperti, perang spanduk dan stiker dukungan untuk cagub Khofifah Indar Parawansa dan incumbent Soekarwo di beberapa ruas jalan di Surabaya.

Beberapa waktu lalu, bertebaran spanduk bertuliskan ‘Khofifah Kembali!!! Saatnya Orang NU Jadi Gubernur Jatim’. Kemudian, ‘dibalas’ stiker Pakde Karwo di sandaran becak dan angkot di Surabaya, yang bertuliskan ‘Sudah Terbukti Nyata Membangun Jawa Timur Sejahtera, Pakde Karwo Gubernur Jawa Timur’.

Di sepanjang ruas Jl Ahmad Yani Surabaya, Kamis (18/10/2012) muncul dua spanduk baru dukungan agar Ketua Umum PP Muslimat NU itu maju kembali di Pilgub Jatim. Spanduk itu bertuliskan diantaranya, “Tak Hanya Jakarta, Jawa Timur Juga Butuh Perubahan. Jika Bu Khofifah Siap, Rakyat Akan Mendukungmu”. “Ayo Bu, Rebut Kembali Kemenangan Yang Hilang….! Lawan Segala Bentuk Pembajakan Demokrasi di Jatim”.

Pemasangan spanduk itu tidak menutup kemungkinan karena Khofifah belum memastikan pencalonannya di running Pilgub Jatim. Padahal, pasangan incumbent Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) sudah memberikan sinyal akan bergandengan lagi di Pilgub nanti.

Salah seorang mantan tim sukses Karsa yang juga Ketua Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) Jatim Nugroho kepada wartawan, Jumat (18/10/2012) mengatakan, bahasa perubahan di Jakarta dengan Jatim jelas berbeda. “Itu spanduk bernada profokatif yang bisa merugikan rakyat Jatim. Ini karena rakyat Jatim sudah menikmati hasil pembangunan dan merasakan program Karsa hampir empat tahun ini. Buat apa perubahan, kalau saat ini Jatim sudah kondusif dan bagus,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim yang melebihi rata-rata nasional sebagai salah satu faktor keberhasilan kepemimpinan Karsa. “Silakan saja memasang spanduk provokasi, itu hak mereka. Tapi rakyat sudah cerdas dan tidak bisa digiring-giring opininya. Rakyat Jatim jangan terjebak bahasa perubahan, karena nasib Jatim ditentukan rakyat sendiri menuju adil dan makmur,” pungkasnya. (K3/R4)