Percepat Layanan Darurat, Pemkot Bentuk “Command Center”

Surabaya,(DOC) – Pemangkasan alur oleh Pemkot Surabaya tidak hanya diterapkan pada birokrasi perizinan saja, tetapi juga pelayanan pengaduan yang bersifat darurat. Hal itulah yang mendasari adanya command center atau ruang pusat kendali yang pada 26 Juli lalu diresmikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Untuk mengoptimalkan kinerja command center, Risma -sapaan Tri Rismaharini- mengadakan rapat koordinasi di Balaikota, Selasa (16/8/2016). Sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dilibatkan, di antaranya Satpol PP, Bakesbangpol & Linmas, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Perhubungan, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Pemadam Kebakaran.

Risma mengatakan, selama ini masing-masing dinas yang menangani masalah darurat punya posko sendiri-sendiri. Dengan adanya command center, dinas-dinas tersebut akan disinergikan dalam satu ruangan untuk menerima laporan masyarakat dan memantau kondisi kota selama 24 jam.

Dari segi alur, lanjut dia, command center juga akan memangkas 1 proses. “Biasanya kita ada 3 proses. Nah sekarang tinggal 2 proses. Kalau perangkat dan infrastruktur pendukung yang saya kehendaki sudah jadi, nanti bahkan bisa 1 proses saja. Jadi laporan darurat dari masyarakat bisa ditanggapi dengan lebih cepat,” urainya.

Sejak diresmikan, command center telah efektif melayani masyarakat melalui nomor pengaduan 112. Nomor tersebut dapat diakses 24 jam dan bebas pulsa. Harapannya, melalui command center ini, seluruh laporan darurat masyarakat dapat terpusat dan memudahkan untuk penanganan maupun pengolahan datanya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Wali Kota Tri Rismaharini meresmikan command center di lantai 2 gedung eks-Siola pada 26 Juli 2016. Ruangan tersebut dilengkapi fasilitas beberapa layar pantau untuk monitoring kondisi kota. Selain itu, sistem aplikasi penanganan laporan juga memudahkan petugas untuk menindaklanjuti setiap aduan dari warga.(hms/r7)