Perda Miras Hanya Untuk “Cukrik”, Legalkan Minuman Beralkohol

Surabaya,(DOC)Rancangan Peraturan Daerah(Raperda) pembatasan penjualan minuman keras(Miras) yang kini tengah digodok oleh Komisi B DPRD Surabaya, nampaknya membuat para pengusaha retail dan tempat hiburan ketakutan. Sehingga mereka berupaya agar isi raperda tersebut disiasati dengan pasal yang memberikan para pengusaha bebas berjualan Miras.

Upaya itu bukan hanya di tujukan kepada anggota dewan saja, melainkan juga melibatkan sejumlah media untuk tidak gencar memberitakan pembatasan penjualan Miras. Para awak media dijanjikan sejumlah dana dan kegiatan lomba karya jurnalistik yang bisa mengalihkan pemberitaan soal isi perda Miras.

Sementara Komisi B DPRD Surabaya yang di tugasi menjadi Panitia Khusus(Pansus) Raperda Miras Dewan menyiasati isi Raperda inisiatif tersebut, dengan membentuk assosiasi peredaran Miras.

Saat diklarifikasi, Ketua Pansus Raperda Miras Blegur Prijangono membantahnya. Mengingat dengan Perda Miras ini, malah mempersempit kiprah para pengusaha hiburan dan retail untuk menjual Miras sembarang tempat.
“Justru pengusaha hiburan akan kesulitan menjual Miras, setelah Raperda Miras ini disahkan,” jelas Blegur usai hearing dengan Bagian Hukum Pemkot Surabaya terkait Raperda Miras, dikomisi B DPRD Surabaya, Senin(24/3/2014).
Menurut Blegur, peredaran Miras nantinya akan diatur oleh assosiasi yang dibentuk oleh dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Kota Surabaya serta dewan dengan syarat khusus yang mempunyai kapabelitas soal peredaran Miras.
“Anggota assosiasi pastinya bukan dari kalangan pengusaha hiburan, tapi para importir Miras yang tahu persis berapa besar peredaran Miras di kota Metropolis ini. Kalo para pelaku usaha hiburan ingin menjualnya, tentunya harus membangun tempat khusus dan mendapat rekomendasi Assosiasi Miras. Begitupula dengan para pengusaha retail yang sudah tidak diperbolehkan lagi menjual minuman beralkohol mulai dari 0 sampai 5 persen”, katanya.
Ia menambahkan, semangat Raperda Inisiatif soal peredaran Miras ini, bukan mengatur soal minuman keras oplosan “cukrik” saja, melainkan berlaku untuk semua produk minuman yang mengandung alkohol. Hal ini jelas menepis kabar pembelokkan isi Raperda Miras yang dilakukan oleh para pelaku usaha dan retail.
“Sebenarnya “Cukrik” itu bukan minuman beralkohol, tapi minuman keras yang tidak layak komsumsi, jadi sudah pasti dilarang beredar. Sedang isi Raperda Miras ini mengatur pembatasn tempat berjualan untuk semua produk minuman beralkohol. Ini artinya Pansus tidak pandang bulu. Silahkan saja para pengusaha mengintervensi, karena saya tidak akan goyah dengan pendirian saya. Ingat ya, kalo isi Raperda Miras berubah dengan memperbolehkan Miras di jual ke supermarket dan toko modern, atau tempat hiburan umum tanpa izin dari asossiasi, maka saya boleh dikatakan telah kompromi dengan pengusaha,” pungkasnya.