Perekam Biometrik CJIH Di Asrama Haji Sukolilo Tak Berfungsi Maksimal

foto : Calon Jemaah Haji menunggu proses perekaman biometrik di Asrama Haji Sukolilo

Surabaya,(DOC) – Untuk memberi kemudahan bagi para Calon Jemaah Ibadah Haji (CJIH) Indonesia selama berada di tanah suci, Kementrian Agama menyediakan alat perekaman biometrik disetiap tempat pemberangkatan haji, termasuk di Embarkasi Surabaya.

Alat tersebut terkoneksi dengan server pusat di Arab Saudi untuk merekam retina mata, sidik jari dan bentuk wajah masing-masing para CJIH asal Indonesia.

Namun sayangnya di tempat karantina CJIH Asrama Haji Sukolilo Embarkasi Surabaya, alat perekam biometrik tersebut, tak berjalan maksimal, karena terkendala dengan jaringan internet yang membuat lambatnya koneksi data dengan server pusat.

Dari 24 unit komputer yang dilengkapi dengan alat perekam biometrik CJIH, hanya berfungsi hampir separuh saja.

Menurut Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Faridul Ilmi, perekaman biometrik berlangsung sampai 6 jam, akibat buruknya jaringan internet.

“Hanya 12 unit komputer yang berfungsi, itu lamban. Sehingga butuh waktu 6 jam untuk proses perekaman kepada 445 orang CJIH embarkasi Surabaya,” ungkapnya.

Perekaman biometrik bagi para CJIH asal Indonesia ini, baru di sediakan oleh Kementrian Agama pada musim haji tahun ini. Tujuannya untuk mempermudah para Jemaah haji, agar tidak menunggu antrian terlalu lama saat menjalankan ibadah di tanah suci Mekkah.

Para petugas PPIH Embarkasi Surabaya, hingga kini masih menunggu perbaikan jaringan ke server pusat yang hanya bisa dilakukan oleh teknisi dari Kedutaan Arab Saudi.(hadi/r7)