Perhutani : Longsor Di Hutan Gunung Lemongan Akibat Kurangnya Kesadaran Manusia

foto : hutan Lemongan pasca longsor

Lumajang,(DOC) – Pasca longsor di lereng Gunug Lemongan, tepatnya di sisi tenggara masuk Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Pihak : Perum Perhutani KPH Probolinggo langsung melakukan gerak cepat dengan melakukan pantauan di lokasi titik longsor.

Administratur/KKPH Probolinggo Ir.  Lurentius Suhartana menyampaikan bahwa dari hasil cek lapangan Jajaran Perum Perhutani BKPH Klakah SKPH Lumajang KPH Probolinggo Diperoleh beberapa fakta sebagai berikut : lokasi longsor berada di petak 13 RPH Ranupakis BKPH Klakah SKPH Lumajang KPH Probolinggo yg diduga akibat intensitas curah hujan tinggi dan jenuhnya tanah.

“Intensitas curah hujan yang cukup tinggi beberapa minggu terakhir, mengakibatkan air dibawah tanah berlebih”,Ujarnya, Senin (11/12/2017).

Wakil Adm Perhutani/Kepala SKPH Lumajang Muchlisin, S. Hut menambahkan bahwa lokasi longsor terjadi pada tebing kanan kiri jalur jalannya air menuju ke sungai, longsor tersebut akibat jalur jalannya air bagian bawah tergerus oleh aliran air yg cukup deras yg mengakibatkan lapisan tanah diatasnya longsor.

“Beberapa hari terakhir pada daerah tersebut curah hujannya cukup tinggi sehingga tanah jenuh dan mudah longsor,”tambahnya.

Dia menuturkan, vegatasi sekitar lokasi longsor Cukup bagus berupa tanaman kayu sengon dan rimba lainnya.namun jika tegakan Sengon yang saat ini rata-rata berumur 2 – 3 tahun tersebut jika ditebang rawan memicu menurunnya kualitas fungsi hutan secara konservasi.

“Lokasi tersebut adalah lokasi hutan lindung yang ditanami sengon secara liar oleh masyarakat, dan lokasi tersebut bekas perambahan hutan yang kasusnya masih dalam penanganan Polres Lumajang”, Tegasnya.

Longsor bisa dijadikan Early Warning agar masyarakat tidak lagi melakukan Perambahan hutan pada kawasan hutan, khususnya Hutan Lindung.

“karena jika terus dilakukan untuk Kegiatan pertanian maupun penanaman tanaman kayu yg nantinya ditebang rawan memicu adanya bencana alam, hutan lindung harus dikembalikan fungsinya sebagai fungsi Perlindungan,”tutur Mukhlisin.

Upaya Perum Perhutani untuk menjaga fungsi dan manfaat Hutan Lindung disekitar Gunung Lemongan kerap dilakukan, Mulai tindakan sosialisasi secara langsung maupun Pemasangan name board Tanda Larangan agar masyarakat tidak merusak dan merambah hutan.

“Pihak Kami dan TNI, Polri, Pemda Lumajang,  Penggiat Lingkungan (LSM Laskar Hijau)  serta stakeholders lainnya, terus melakukan upaya untuk menjaga kelestarian hutan yang ada, kami juga tidak segan untuk menindak lanjuti ke ranah penegakan hukum, jika pelaku Tindak Pidana Kehutanan terus berkali2 melakukan Kegiatan serupa dan masif”, terangnya.

Agar kejadian serupa tidak terus berulang maka upaya lain yang dilakukan Untuk Perum Perhutani yaitu dengan bekerjasama dengan LSM Laskar Hijau bersama sama menjaga kelestarian hutan lindung khususnya Blok gunung Lemongan.

“Kita semua berharap dengan Sinergitas yang baik, semua pemangku kepentingan dalam pengelolaan hutan menjadikan hutan kita lestari, serta dapat meminimalisir bencana alam”,Pungkasnya.(mam/r7)