Peringatan Hari Habitat Dunia Digelar di Surabaya

Tidak ada komentar 189 views

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri) dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto Hadiri Peringatan Hari habitat se-Dunia di Surabaya

Surabaya (DOC) – Peringatan Hari Habitat Dunia (HHD) 2012 di Surabaya dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Djoko Kirmanto. Rangkaian acara HHD yang berlangsung selama dua hari itu, 6-7 Oktober, diawali dengan peninjauan lokasi RW VIII Kecamatan Krembangan serta kegiatan seremonial di Boezem Morokrembangan.

Kota Surabaya dipercaya menjadi tuan rumah HHD 2012 karena dinilai berhasil dalam upaya peningkatan kualitas kota serta penataan pemukiman. Hal tersebut sejalan dengan tema peringatan HHD kali ini, yakni “Menuju Pemukiman Tanpa Kumuh 2020”.

Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, momentum HHD ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan pengkajian mengenai permasalahan perumahan dan pembangunan perkotaan. Dari situ kemudian munculah solusi bagi pengembangan perumahan khususnya bagi masyarakat miskin di perkotaan.

Djoko juga mengapresiasi Pemkot Surabaya karena telah berhasil merevitalisasi kawasan Boezem Morokrembangan yang notabene dulunya merupakan kawasan kumuh dan kotor, kini menjadi bersih dan tertata rapi. Menurutnya, keberhasilan ini tak akan terwujud jika tidak ada partisipasi dari masyarakat sekitar boezem.

“Saya salut dengan perubahan yang terjadi di kawasan ini (Boezem Morokrembangan,red). Kalau dulu, saya tahu di sini tidak ada ikan yang bisa hidup. Sekarang, saya lihat sendiri tadi lelenya besar-besar,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian PU berencana akan membangun rusunawa di kawasan Boezem Morokrembangan. Pembangunan tersebut untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan pemukiman layak huni. Untuk itu, Djoko mengisyaratkan agar rencana pembangunan rusunawa segera disosialisasikan agar masyarakat mengetahuinya.

“Bu Wali, saya minta tolong dibantu persiapan lahannya, mana yang paling tepat. Dengan ini diharapkan pemukiman di sini bisa lebih tertata rapi,” sambung Djoko.

Di tempat yang sama, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan, terkait upaya pemenuhan tempat tinggal, Pemkot telah membangun 15 rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dimana 4 rusun dibangun oleh Pemkot, sementara 10 rusun dibangun atas kerjasama dengan Kementerian PU dan 1 rusun berkat kerjasama dengan PT. Perumnas.

“Untuk kenyamanan hunian rusun tersebut, Pemkot telah melengkapinya dengan sejumlah fasilitas pendukung antara lain mendirikan PAUD, taman bacaan, puskesmas pembantu, taman bermain, maupun Board Learning Center (BLC),” papar wali kota.

Disamping pemukiman, penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) sebagaimana diamanatkan oleh UU no. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang juga mendapat perhatian dari Pemkot Surabaya. Saat ini RTH yang dikelola Pemkot mencapai sekitar 20,21%. Sementara 13% dikelola oleh masyarakat dan pihak swasta.

Masih menurut Risma -demikian wali kota kerap disapa-, dalam mengurangi genangan air, Pemkot bekerja sama dengan Kementerian PU Dirjen Cipta Karya membangun rumah pompa dan saluran irigasi menjadi saluran pematusan, yang diatasnya berfungsi sebagai sarana jalan. Contohnya, seperti yang ada di jalan Banyu Urip sepanjang lebih kurang 3 kilometer.

Penataan lingkungan yang bersih dan tertata rapi berimbas pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terbukti dengan menurunya angka sejumlah penyakit seperti ISPA, demam berdarah, dan diare. “Hasilnya dapat dirasakan masyarakat. Kalau lingkungan bersih dan rapi maka hidup menjadi lebih sehat,” terang Risma.

Bicara tentang lingkungan, Kota Surabaya adalah kota yang peduli terhadap penataan lingkungan. Tak mengherankan jika kota pahlawan ‘diganjar’ penghargaan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa award yang pernah diraih diantaranya Adipura, Kalpataru, dan Adiwiyata, serta penghargaan taman kota terbaik. Ada pula Environment Sustainable City Award (ESCA) dari sekretariat ASEAN, dan dinobatkan sebagai Kota Metropolitan dengan udara terbersih oleh Kementerian Lingkungan Hidup, serta beberapa penghargaan lainnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan prasasti peresmian beberapa proyek yakni proyek Rusunawa Grudo Surabaya, Rusunawa Probolinggo, instalasi rumah pompa Kenjeran-I, dan rumah pompa Medokan Semampir.

Setelah itu, rombongan bergerak menuju Rusunawa Grudo guna peninjauan oleh Menteri PU. Kemudian dilanjutkan ke Taman Surya, di situ rombongan disambut pesta rakyat dan pameran 54 stan dari sejumlah instansi pemerintah dan pengusaha real estate.

Sebagai informasi, dasar penetapan Hari Habitat Dunia adalah melalui sidang umum PBB tahun 1985, dimana majelis PBB telah menetapkan Hari Habitat Dunia jatuh setiap Senin pertama bulan Oktober. Serta berdasarkan Konferensi Habitat II di Istanbul, Turki pada tahun 1996 dalam upaya meningkatkan komitmen untuk penyediaan permukiman yang terjangkau dan berkelanjutan. Tujuannya, adalah untuk meningkatkan kepedulian semua pihak terhadap hak atas hunian layak. (R9)