Peringati Hardiknas Tuntut Pungli dan Unas di Hapus

Tidak ada komentar 158 views

Surabaya,(DOC) – Maraknya praktek pungutan liar(pungli) jasa pengurusan sertifikasi guru di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional(Diknas) Provinsi Jawa Timur, menuai reaksi dari sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Mahasiswa.
Mereka terdiri dari GMNI, FMN, SMI, LMND, IMM, BEM-U UNIPA, dan PMII METRO(UBHARA), yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jalan Gentengkali Surabaya, Jumat(2/5/2014) siang.
Aksi yang juga menyoroti berbagai hal permasalah pendidikan ini, memang di barengkan dengan moment peringatan Hari Pendidikan Nasional(Hardiknas).
Dalam orasinya, Fahmi salah satu juru bicara aksi, menyatakan kecewa terhadap maraknya pungutan liar yang menimpa sejumlah guru-guru taman kanak-kanak(TK), Sekolah Dasar(SD) hingga Sekolah Menengah Umum(SMU). “Apalagi yang melakukan adalah oknum pegawai Dinas Pendidikan Jatim untuk mengurus sertidikasi guru tanpa test dengan hanya membayar uang jutaan rupiah. Kalo memang itu berhasil, lalu bagaimana dengan kwalitas pendidikan kita,”teriaknya.
Masalah lain yang kini tengah melilit dunia pendidikan negeri ini, yaitu soal System Ujian Nasional(Unas) SD hingga SMU.
Ia menyatakan, Sistem Unas yang selama ini digunakan untuk standard kelulusan siswa, malah membawa dampak diskriminasi di dunia pendidikan.”System Unas membuat kwalitas pendidikan tidak merata antara daerah perkotaan dan pedesaan. Unas juga hanya membuang anggaran negara ratusan milliar dengan pelaksanaan yang kacau,”jelasnya.
Aksi yang berjalan singkat, membawa beberapa tuntutan, yaitu diantaranya, Pencabutan UU Pendidikan Tinggi(Dikti), realisasi dana APBN 20 persen pendidikan diluar gaji guru dan dosen, tolak diskriminasi, Pungli, Hapus Keputusan Dirjen Dikti nomer 26 tahun 2012, Hapus sistem Unas, cabut kurikulum tahun 2013, dan ciptakan pendidikan gratis.(r7)