Perizinan Pasar Buah Koblen Tersendat

Tidak ada komentar 156 views

Surabaya, (DOC) – Keinginan investor menyulap eksistensi Pasar Buah Koblen menjadi pasar tradisional sentra khusus buah–buahan terhambat. Itu karena Pemerintah Kota Surabaya belum memberikan ‘Lampu Hijau’ terkait perijinan pengelolaan, hingga saat ini. Padahal, ratusan stan yang berdiri diatas lahan bangunan Cagar Budaya tipe C ini telah terisi ribuan pedagang.
Saat ini, sekitar 200 stan telah terisi oleh ribuan pedagang buah. Mereka merupakan para pedagang yang telah masuk dan ditampung dari kawasan Pasar Buah Peneleh dan sebagian Pasar Keputran pada Tahun 2009 lalu. PT Dwi Budi WIjaya selaku investor sendiri menargetkan proses penambahan stan bisa dilakukan sampai 600 stan.
Setiap satu stan berukuran sekitar 2×3 meter ini dapat terisi dua sampai tiga pedagang. Dengan prediksi mampu terisi sekitar 1500 pedagang. Omset transaksi dari pasar tersebut dalam semalam sendiri dikabarkan mencapai Miliaran rupiah.”Sayangnya saat ini perijinan PBB kami masih tertahan di Pemkot,” kata I Wayan Arcana Direktur PT Dwi Budi Wijaya.
“Selama ini kami mengelola pasar tersebut dengan baik dan taat aturan. Harapannya agar pasar buah koblen dapat menjadi sentra pasar tradisional khusus Buah–buahan,” terang I Wayan. Sayang, dengan proses PBB yang masih tertahan, pihak investor sampai saat ini tidak mengantongi Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK).
Keterangan Wayan ini diungkapkan saat Anggota Komis B DPRD Surabaya melakukan sidak kelokasi pasar di kawasan Kecamatan Bubutan Surabaya, siang tadi (3/7/2014).
Rusli Yusuf Ketua Komisi B DPRD Surabaya menyayangkan atas sikap Pemkot. “Seharusnya tidak perlu dipersulit. Toh, mereka selama ini sudah mengelola dengan baik kondisi pasar,” kata dia.
Politisi asal Fraksi Demkokrat ini menerangkan, sejak digusurnya pasar buah koblen lima tahun lalu, Surabaya tidak memiliki sentra pasar tradisional buah-buahan. Disisi lain, Pemkot Surabaya sendiri mewacanakan kondisi Kota akan dibuka akses luas bagi industri jasa dan perdagangan. “Ini sangat kontra produktif dengan belum dikeluarkannya perijinan bagi investor,” imbuh Rusli.
Kondisi pasar buah koblen sendiri mulai mengalami perubahan dibandingkan tahun lalu. Jalan akses yang becek dan kotor sudah tidak terlihat lagi. Bahkan, pihak investor sendiri telah mengeluarkan biaya lebih untuk merevitalisasi wajah pasar tersebut dengan melakukan pemavingan. Selain itu, banyak warga sekitar kawasan pasar mulai mendapatkan rejeki dengan mengais peruntungan dalam transaksi perdagangan dari pasar tersebut. (r4)