Perlu “Kitab Suci”untuk Bangun Madura

Tidak ada komentar 166 views

Surabaya, (DOC) – Sejak dibangun dan diresmikan tahun 2009, Jembatan Suramadu diharapkan dapat menjadi penghubung dalam pemerataan pembangunan Jatim, khususnya di kawasan Madura. Agar pembangunan Madura lebih terintegrasi maka perlu disusun “Kitab Suci” atau cetak biru. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Jatim,Saifullah Yusuf.
“Untuk membangun Madura memang perlu disusun “Kitab Suci” agar semua program dari pemerintah pusat, provinsi dan kab/kota dapat terintegrasi dengan baik,” ujar Gus Ipul saat menutup Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Wilayah Bakorwil Pamekasan di Surabaya, Kamis (6/12/12).
Gus Ipul menekankan agar dalam “Kitab Suci” itu ada skenario tunggal tentang kebijakan pembangunan Madura. Misalnya dengan memberikan beasiswa pada putra asli Madura untuk dapat menempuh pendidikan di luar Madura. Setelahnya mereka akan dikembalikan ke daerah asal untuk ikut membantu pemerataan pembangunan di wilayahnya.
Selain itu, dalam aspek infrastruktur juga bisa dihidupkan kembali jaringan rel kereta api untuk menjadi transportasi alternatif dan wisata di Madura. Di bidang kesehatan, lanjut Gus Ipul.
Gubernur Soekarwo juga memiliki rencana untuk membangun RSUD pilihan sebagai RS alternatif selain RSUD dr Soetomo. “Bagi warga Madura yang sakit gak perlu dirujuk sampai ke Surabaya, cukup berobat di RSUD yang direncanakan pembangunannya di Bangkalan,” ungkapnya.
Selain memperbaiki infrastruktur, pembangunan di Madura juga tetap harus mengedepankan kultur masyarakat, seperti budaya karapan sapi.
Gus Ipul juga menjelaskan fonemena yang perlu diwaspadai di Madura yaitu meningkatnya narkoba, kecelakaan, dan kejahatan terutama dalam hal kejahatan pecabulan yang sekarang lagi marak di masyarakat, seperti di Sumenep. “Setiap kemajuan pasti akan diikuti oleh faktor kejahatan yang perlu diwaspadai,” ucapnya.
Dalam acara forum koordinasi tersebut masing-masing perwakilan dari kab/kota se-Bakorwil Pamekasan diberikan kesempatan memaparkan kondisi aktual yang terjadi di masing-masing daerah. Salah satunya, perwakilan dari Pengadilan Negeri Pamekasan, Muchlis yang mengatakan bahwa permasalahan yang tren sekarang ini yang muncul dalam kalangan masyarakat adalah masalah narkotika dan judi. “Ke depan dalam pembangunan Madura ini setidaknya masalah narkotika dan judi harus dapat dikurangi,” pungkas Muchlis.(r-12/r-7)