Permentan dan Permendag Berpihak Pada Buah Impor

Surabaya, (DOC) – Terbitnya aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 60 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 60 Tahun 2012 tentang Ketentuan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) telah membawa imbas naiknya harga buah impor di pasaran lokal Surabaya. Dampak tersebut semakin seru, menyusul belum juga menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa bulan terakhir ini.
Dan ini sangat mempengaruhi kondisi para importir Jatim, dimana khusus untuk buah impor harganya setiap hari alami kenaikan.Bisa jadi, masyarakat penikmat buah impor harus menahan diri untuk tidak mengonsumsi buah asing tersebut. Hal ini sangat terkait dengan pemberlakuan regulasi seputar impor hortikultura yang tidak mengizinkan sebanyak enam jenis buah impor beredar di pasar domestik.
“Jelas ada pengaruhnya. Harga buah, terutama yang didatangkan dari luar negeri cenderung naik harganya,” ujar Ketua Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jatim, Bambang Sukadi, Rabu (4/9/2013).
Bambang mengatakan, kenaikan buah impor bisa mencapai 10% dari harga saat kondisi normal. Hanya, naiknya harga buah impor ini memang tergantung dari jenis dan asal buah yang didatangkan dari luar negeri tersebut. “Sangat wajar, karena untuk mendatangkan buah impor memakan waktu dan biaya tinggi,” katanya.
Meski demikian, Bambang sangat memahami regulasi yang dikeluarkan pemerintah melalui Menteri Pertanian (Mentan) tersebut sebagai upaya melindungi petani buah lokal. Namun, pihaknya tetap meragukan buah lokal bisa memenuhi kebutuhan masyarakat atas konsumsi yang berkualitas.
“Sebenarnya, buah lokal tidak kalah kualitasnya. Hanya daya saing dan jumlah pasokan yang masih jauh dari produksi dengan permintaan,” tuturnya.
Untuk itu Bambang berharap dengan kondisi saat ini, para petani lokal bisa memanfaatkan situasi dan terus memacu produksi buah lokak secara maksimal. “Dengan situasi seperti saat ini, merupakan peluang bagi para petani lokal, mengingat buah lokal kita juga tidak kalah kualitasnya dengan buah impor,” tegasnya. (k12/r4)