Pertamina Manfaatkan Sampah untuk Pembangkit Listrik

 Ekonomi

Para pemulung mengais sampah di TPA Benowo, Surabaya. Volume sampah di TPA tersebut dinilai mampu untuk dijadikan PLTSa

Jakarta (DOC) – PT Pertamina (Persero) mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi berkapasitas 120 MW senilai US$180 juta. Untuk mengembangkan PLTSa tersebut, Pertamina telah menandatangani kesepakatan awal terkait proyek ini dengan PT Godang Tuajaya, pengelola TPST Bantargebang.

Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto menjelaskan, kesepakatan tersebut mencakup kerjasama pengolahan sampah kota menjadi energi listrik berkapasitas 120 MW dengan perkiraan nilai investasi sekitar US$180 juta.

Menurutnya, untuk tahap awal pihaknya akan memanfaatkan feedstock sebanyak 2.000 ton sampah per hari dengan kapasitas listrik terpasang sekitar 120 MW. Diharapkan, kesepakatan mengikat kedua belah pihak bisa dilakukan pada awal Desember 2012, sehingga pada 2014 PLTSa bisa mulai beroperasi.

Dia menerangkan, PLTSa akan menggunakan teknologi pengolahan biomass municipal solid waste to power yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Selanjutnya, kata dia, Pertamina akan melakukan seleksi terhadap beberapa penyedia teknologi yang sudah terbukti (proven) dan memenuhi karakteristik sampah yang ada di Bantargebang dengan tingkat pemanfaatan sampah secara maksimal hingga mencapai zero waste.

“Ini membuktikan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada pengelolaan bisnis migas, tapi juga mengelola sumber-sumber energi baru dan terbarukan,” ujarnya dalam siaran pers kemarin (23/10). (r3/sol)