Perubahan 2 Nama Jalan Tetap Disahkan, Meski 2 Politisi Nasdem Walk Out Saat Paripurna

Foto : Paripurna DPRD kota Surabaya.(dok)

Surabaya,(DOC) – Perubahan nama sebagian jalan Dinoyo dan jalan Gunungsari akhirnya disetujui oleh DPRD Kota Surabaya disidang paripurna yang digelar Sabtu(11/8/2018) pagi.

Sidang dimulai sekitar pukul 12.00 Wib sampai pukul 13.30 Wib diwarnai interupsi terutama oleh Fatkhul Muid Ketua Pansus Perubahan nama jalan yang mengundurkan diri karena menolak rencana itu.

“Perubahan nama jalan ini terkesan dipaksakan untuk segera dilakukan” tegas Fatkhul Muid dalam interupsinya.

Interupsi lainnya dilakukan oleh Vincensius Awey anggota Fraksi Handap dari Partai Nasdem.

“Menyetujui merubah nama jalan sama dengan mencuil sejarah, sehingga merusak tatanan sejarah yang dinagun atas dasar kearifan budaya lokal” tegas Awey.

Setelah menyelesaikan pernyataannya di depan pimpinan sidang dan para anggota Dewan, Awey pun menyatakan walk out dari ruang sidang paripurna dengan diikuti oleh Fatkhul Muid. Sementara itu sidang tetap dilanjutkan yang diakhiri dengan persetujuan perubahan nama jalan.

“Paripurna tidak kondusif karena mengabaikan suara masyarakat terutama para pegiat sejarah. Aksi walk out ini sebagai bentuk protes. Kami tidak mau ikut-ikut atas keputusan itu,” ungkap Awey diluar sidang Paripurna.

Awey menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Surabaya dan menyerahkan sepenuhnya langkah selanjutnya kepada masyarakat.

“Tugas kami hanya sampai disini, silahkan kepda masyarakat kalau nantinya akan mengajukan gugatan atas perubahan nama jalan itu,” pungkasnya.

Sebelum sidang dimulai, sejumlah aktifis Komunitas Bambu Runcing Perjuangan Surabaya (KBRS) Perjuangan dan para tokoh MASTRIP menggelar aksi demo penolakan perubahan nama jalan di halaman gedung DPRD Surabaya.(lm/r7)