Pilih Bertahan di DPRD, WW Dipecat Dari Hanura

Tidak ada komentar 98 views

Surabaya, (DOC) – Partai Hanura saat ini, Sabtu (20/04/2013) menggelar rapat internal. Rapat yang dihadiri DPD Hanura Jatim dan Surabaya itu membahas permasalahan Wishnu Wardhana. WW pun dinyatakan sudah tak di Hanura Surabaya.
Pasalnya, pasca-Muscablub DPC Hanura Surabaya yang memilih WW, nama akrab Wishnu, sebagai ketua DPC, memiliki konflik internal di DPRD Surabaya. Hal ini menghambat pendaftaran daftar calon sementara (DCS) dari DPC Hanura, lantaran WW tak memiliki SK dari DPP Hanura akibat belum menyatakan mundur dari DPRD Surabaya. Padahal DCS itu paling lambat harus diserahkan ke KPU Surabaya pada 22 April 2013.

Sementara desakan para bakal calon legislatif dari Hanura sudah kuat. Agar Hanura tetap berperan serta dalam Pemilu Legislatif 2014, maka keputusan terhadap WW harus diambil.

Sekretaris DPD Partai Hanura Jatim Sujatmiko membenarkan jika sudah ada rapat internal di Hanura. Keputusannya, WW sudah tidak di Hanura lagi. “WW memang sudah tidak di Hanura lagi. Ini keputusan dari rapat siang ini. WW lebih memilih menyelesaikan konfliknya di DPRD Surabaya. Kita memberi kesempatan kepada WW untuk menyelesaikan permasalahannya di dewan,” tandas Jatmiko, panggilan akrabnya.

Dengan mundurnya WW sebagai ketua DPC Partai Hanura, maka DPC Partai Hanura Surabaya akan menyerahkan DCS-nya pada Minggu (21/4/2013) pukul 11.00. Terkait siapa yang melegalkan DCS itu, Jatmiko menegaskan tetap dikembalikan ke ketua lama, Tjahyo Nugroho yang tak lain adalah adik kandung WW.

“Legalitas DCS itu disahkan ketua lama. Dengan begitu, Muscablub sudah ditiadakan atau tidak berlaku. Kita kembalikan ke pengurus lama, begitu juga dengan Plt-nya, tak berlaku. Ini demi mengejar dimasukannya DCS untuk DPC Hanura Surabaya,” tandas Jatmiko.

Sementara untuk Agus Santoso yang juga dipecat dari Partai Demokrat, dikatakan Jatmiko tetap menjadi Bacaleg lewat Partai Hanura.

“Agus Sudah mundur, tapi jabatannya saat di Muscablub tentu tak berlaku. Saat Muscablub, Agus Santoso dipilih menjadi Sekretaris DPC, tapi karena semua dikembalikan ke ketua lama dan Muscablub tidak berlaku, maka otomatis Agus Santoso kader biasa tapi tetap jadi caleg,” tandas Jatmiko. (co/r4)