PKL Tanyakan Kejelasan Nasibnya ke Dewan

Tidak ada komentar 330 views

Surabaya, (DOC) – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di terminal Joyoboyo, yang terletak persis di depan sekolah Santo Yoseph, Jumat, (4/10/2013) mengadu kepada Komisi B DPRD Surabaya, terkait penggusuran yang akan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa bulan yang lalu.
Kedatangan mereka (PKL), ke gedung dewan guna menanyakan kejelasan nasib para pedagang yang terkena gusur, apakah mendapatkan relokasi atau ganti rugi dari pemilik lahan tersebut. Sebab, sampai sekarang tidak ada kejelasan apa – apa dari pemilik lahan.
Salah satu PKL yang terkena gusur, Amirul Yusuf mengaku, penggusuran yang dilakukan pihak satpol pp ada unsur intimidasi dan deskriminasi. Pasalnya, dari beberapa PKL yang ada di terminal joyoboyo tidak semua yang terkena gusur.
“Kenapa hanya kami (PKL), yang berjumlah 11 orang saja yang digusur, sedangkan yang lain tidak. Kami, juga tidak mendapatkan sosialisasi terlebih dahulu baik dari satpol pp maupun kecamatan, tiba – tiba akan digusur begitu saja,” ungkapnya.
Amirul menyebutkan, pihak pemilik lahan sebenarnya sudah pernah melakukan negosiasi terkait ganti rugi yang akan diberikan kepada PKL yang terkena gusur. Namun, pedagang tidak mau menerima. Sebab, kmpensasi yang diberikan menurutnya sangat kurang.
“Saya rasa, ganti rugi yang diberikan pemilik lahan kepada kami, tidak masuk akal. Masak hanya dikasih Rp 13 juta saja, itu pun dibagi dengan 11 orang,” ujar Amirul.
Sedangkan, Kepala Camat Wonokromo, Mahmud, menerangkan sebelumnya pihak kecamatan sudah pernah memperingatkan kepada para pedagang untuk membongkar lapak tersebut. Karena, menganggu akses jalan dan sekolah yang berada di tempat tersebut.
“Kami, sudah memperingatkan kepada PKL sebelumnya, agar segera membongkar lapaknya masing – masing, tapi diharaukan. Ya, terpaksa akhirnya pihak kecamatan dengan satpol pp yang membongkarnya sendiri. Lagi pula, lapak tersebut menganggu akses jalan,” tegasnya.
Lanjut, Anggota Satpol PP, Joko memaparkan, penggusuran yang dilakukan di kawasan terminal joyoboyo tersebut adalah salah satu progam dinas satpol pp yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Kota (pemkot).
“Memang ini adalah progam khusus bagi satpol pp untuk melakukan penggusuran di kawasan terminal joyoboyo dan kami, akan membongkar terlebih dahulu terutama yang berada di depan sekolahan santo yosep. Karena, lapak tersebut, berdiri di atas saluran air,” paparnya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Rusli Yusuf menegaskan, agar pihak satpol pp tidak menggusur para pedagang terlebih dahulu sebelum ada konfirmasi, serta kejelasan dari pemilik lahan.
“Saya sebenarnya, sudah pernah melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) sendiri ke kawasan PKL di terminal joyoboyo ini. Ternyata, penjaga lahan tidak dibayar sesuai. Maka dari itu, komisi C akan berencana mengundang pemlik lahan agar bisa mendapatka kejelasan,” terang Rusli. (r4)