PKPI Bantah Dualisme Kepemimpinan Di Surabaya

Tidak ada komentar 344 views

Surabaya,(DOC) – Adanya kabar dua ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Surabaya yang sama-sama menyerahkan daftar caleg sementara (DCS) ke KPU Surabaya, Senin (22/4) sore, membuat Ketua Dewan Pimpinan Propinsi (DPP) PKPI Jatim, Doddy Aswin meradang.
Menurut dia tidak ada dualisme di PKPI Surabaya. “Pengurus PKPI Surabaya yang sah secara hukum adalah yang saya tandatangani, yakni kepengurusan di bawah R Muhammad B Tribramantyo. Tidak ada yang lain. Jadi saya heran, Theresa Monica ikut-ukutan. Ada kepentingan apa dia mengacaukan ini,”tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (23/4) siang.
Seperti diketahui, saat pendaftaran DCS ke KPU Senin (22/4) sore, ada dua pengurus PKPI Surabaya yang mendaftarkan diri. Yakni di bawah pimpinan R Muhammad B Tribramantyo dan Monica Theresa.
Menurut Doddy, surat keputusan (SK) Theresa sudah dicabut, bahkan yang bersangkutan sudah dipecat dari partai per 1 Maret 2013. Karena itu, Doddy menganggap lucu jika Theresa sampai membawa bacaleg daftar ke KPU. “Saya heran apa maksud Theresa. Dia itu kita panggil dan kita SMS, tak pernah dijawab. Bahkan terakhir minta mundur, karena kinerjanya memang tak becus, karena wawasan politiknya kurang,” ungkapnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mencabut SK Theresa dan menunjuk pengurus baru dengan SK baru. “Jadi sekarang ini yang namanya kepengurusan Theresa itu tak ada, sudah tamat,”tandasnya.
Soal sikap KPU yang sama-sama menerima pendaftaran dua pengurus, dan selanjutnya akan melakukan verifikasi, Doddy menyatakan kesiapannya untuk diverifikasi. “Ya monggo saja kalau diverifikasi. Kita siap tunjukkan SK-nya,” tandasnya.
Sebelumnya, Theresa mengaku, DPK PKPI Surabaya memang ada 2 pimpinan yang menyerahkan calegnya masing-masing agar masuk DCS. “Ya, kita tidak pernah bermusuhan, malah saling berkoordinasi untuk mendaftarkan bacaleg PKPI. Saya dan Pak Tyo sama-sama mempunyai SK yang sah dari DPP Jatim maupun DPN. Sehingga KPU menerima berkas bacaleg PKPI Surabaya, meski ditanda tangai oleh 2 ketua DPK,”jelas Theresa.
Sedangkan Bramantyo mengaku, jika media belum tahu kondisi terakhir di PKPI Surabaya. “Lebih jelasnya Tanya sama Pak Doddy,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua KPU Surabaya Eko Sasmito mengaku menerima DCS dari dua pimpinan itu. Hanya saja, dalam masa perbaikan nanti pihaknya akan melakukan verifikasi, untuk membuktikan mana pengurus PKPI Surabaya yang sah dan diakui oleh DPP maupun DPN. (R6/R7)