PKS Ngotot Dukung Karsa

Tidak ada komentar 113 views

Surabaya, (DOC) – Meski hanya sebagai partai pendukung, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan all-out untuk memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) pada Pilgub yang akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2013.
“Karena DPW sudah memutuskan dukungan ke KarSa, maka kami (DPD PKS Surabaya,red) ya akan all-out untuk kemenangan pasangan KarSa,” ujar Sekretaris DPD PKS Surabaya, Achmad Zakaria, Kamis (15/8) siang.
Menurut dia, untuk pemenangan KarSa tersebut, DPD PKS Surabaya telah menyiapkan langkah-langkah strategis. Diantaranya, menggerakkan mesin politik mulai dari struktur sampai ke DPC Kecamatan dalam masa kampanye resmi Pilgub 2013 ini.
Tidak itu saja, DPD PKS Surabaya juga akan menggerakkan 50 caleg PKS untuk DPRD Surabaya untuk kampanye pasangan KarSa.”Jadi, semua potensi yang kita miliki akan kita kerahkan untuk pemenangan KarSa,” tegasnya.
Sementara untuk mengamankan suara Karsa di TPS-TPS yang tersebar di Surabaya, Achmad zakaria mengaku, jika dirinya belum dikabari oleh DPW PKS Jatim. Pasalnya, Pilgub itu adalah momennya DPW. “Ya, kita belum tahu apakah kader-kader PKS akan dilibatkan atau tidak dalam pengamanan suara Karsa di TPS-TPS,”ungkapnya.
Pada Pilgub 2013 kali ini, ada empat pasangan yang akan bertarung, yakni pasangan Soekarwo- Saifullah Yusuf (KarSa), Egi Sujana-M Sihat, Bambang DH-Said Abdullah (Bangsa), Khofifah Indar Parawansa- Herman S Sumawiredja (Berkah). Diakui, Achmad Zakaria, saingan terberas pasangan KarSa untuk wilayah Surabaya adalah Bambang DH -Said Abdullah. Pasalnya, Bambang DH adalah mantan walikota Surabaya.
Meski demikian, lanjut dia, pasangan lain juga layak diperhitungkan, terutama pasangan Berkah. “Tapi bagaimanapun kita tetap optimis pasangan KarSa bisa menang satu putaran saja,”tandas Zakaria.
Sementara salah satu parpol pendukung pasangan Karsa lainnya, Partai Hanura juga akan berjuang keras untuk mengantar Karsa meraih kemenangan. Wakil Ketua Bappilu DPC Partai Hanura Surabaya, Agus Santoso menyatakan, untuk sekarang ini pasangan KarSa harus membagi tugas terhadap partai pendukungnya. Jangan sampai dimonopoli oleh partai besar. “Sudah banyak contoh kegagalan pemilihan Pilkada di Indonesia dimana partai besar hanya menampilkan figur saja. Ini karena mesin politik tidak sampai ke bawah atau grassroot,”ungkapnya.
Karena itu, lanjut Agus Santoso, pasangan KarSa harus berhati-hati dan jangan sampai salah langkah. Jangan sampai partai yang tertimpa masalah (korupsi) dikucilkan oleh masyarakat.
Untuk itu, Agus Santoso yang juga mantan anggota Komisi C DPRD Surabaya berharap Karsa membagi tugas secara adil dan cermat. “Jangan hanya rame-rame jadi tim pemenangan, tetapi masyarakat tidak menyukainya. Dan yang paling bahaya jangan terpaku pada hasil survey yang saat ini mengunggulkan KarSa,” tuturnya.
Hasil survey seperti itu, diakui Agus Santoso, biasanya adalah jebakan yang membuat tim pemenangan KarSa terlena, sehingga lupa menyapa warga.(r-12/r7)