PKS Temukan Penggelembungan Suara PDIP Surabaya

Tidak ada komentar 138 views

Surabaya, (DOC) – Keunggulan PDIP yang diprediksi akan menguasai perolehan kursi di DPRD Surabaya dengan 24 kursi, tampaknya ternoda dengan terbongkarnya upaya penggelembungan suara di Kecamatan Bulak. Dugaan kecurangan ini terungkap saat dilakukan penghitungan suara di tingkat PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), Selasa (15/4/2014) malam.
Menurut Saksi PKS di PPK Bulak, Mujiono, ketika dilakukan penghitungan suara di tingkat PPK (Kelurahan Sukolilo), ternyata data dari saksi PDIP tak sesuai dengan data dari kelurahan. Menemukan ketidaksesuaian atau kejanggalan seperti itu, saksi PKS langsung melakukan protes.
“Lantas dibuka plano D-1 untuk mengkroscek data, dan ternyata data PKS yang betul. Pihak PPS sempat mengelak adanya perubahan tersebut dengan alasan direvisi. Padahal, ketika saksi-saksi tandatangan terakhir tak ada perubahan,” paparnya.
Model penggelembungan suara yang diduga dilakukan saksi PDIP adalah mengubah jumlah perolehan suara. Contohnya 6 suara ditulis menjadi 16. “Model-model seperti ini kan rawan sekali, meski jumlah suara yang digelembungkan tidak besar. Suara partai (PDIP) dan caleg 644, tapi di tingkat kelurahan menjadi 727. Jadi ada penggelembungan 83 suara,”jelasnya.
Mujiono mengakui, PKS sendiri sempat dituding balik melakukan penggelembungan itu. Pihaknya tidak terima rudingan itu dan minta dilakukan pengecekan formulir D-1 di tingkat PPS. Ternyata formulir D-1 ini di kotak suara tak ada. Selanjutnya, PPK meminta dimasukkan di dalam kotak suara.“Sebenarnya ini menyalahi prosedur karena formulir D-1 diambil semua. Di Sukolilo itu ada 8 TPS, tapi diubah menjadi 7 TPS,” terangnya.
Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwiyono ketika dikonfirmasi soal adanya penggelembungan suara PDIP di Kecamatan Bulak (Dapil 3) menuturkan, bahwa kondisi Pemilu 2014 ini cukup melelahkan, sehingga kesalahan menulis sangat tinggi di tingkat PPK maupun PPS. Tapi itupun ada 3 kontrol, yakni system hitung (Situng), formulir D-1 dan plano.
“Saya rasa itu hanya salah hitung saja karena factor kelelahan fisik maupun mental. Pasalnya, penghitungan dilakukan hingga larut malam. Jadi kalau hanya 83 suara itu tidak terlalu signifikan dan berpengaruh terhadap perolehan suara PDIP. Kalau kita mau melakukan itu (penggelembungan suara, red), ya tidak akan tanggung-tanggung,” ungkapnya, seraya mengaku jika partainya menemukan fakta parpol lain juga banyak melakukan kesalahan hitung.
Dikatakan, dalam Pemilu ini, PDIP berusaha menjaga kedisiplinan di tengah persaingan tidak sehat. Dan sampai saat ini kondisi itu tetap terjaga. “ Di internal PDIP, sesama caleg itu tidak tahu perolehan suaranya.
Sementara Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya akan memproses adanya informasi penggelembungan suara saat rekapitulasi di tingkat kelurahan.”Sampai saat ini belum banyak informasi adanya surat suara hilang atau penggelembungan suara. Tapi kami akan cari tahu. Jika terbukti kami akan usut,” kata Ketua Panwaslu Surabaya Wahyu Hariyadi Rabu (16/4/2014).
Menurut dia, hingga saat ini kasus yang sudah diproses ke kepolisian yakni praktik politik uang yang dilakukan oleh tim sukses salah satu caleg yang tertangkap petugas kepolisian saat membawa amplop berisi uang pada dini hari menjelang pemilu. “Saat ini lagi didalami di kepolisian,”katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mendengar adanya informasi penggelembungan suara oleh PDIP dan suara hilang milik PKS di Bulak. “Kami akan minta Panwascam menyelidikinya,” katanya.
Begitu juga hilangnya suara di Mulyorejo, pihaknya meminta dibuka kembali form C-1.”Ada laporan suara hilang di tiga TPS, makanya kami minta dibuka kembali,” katanya.
Sementara itu, salah seorang saksi dari PKS Almaarif menyatakan suara PKS di PPK Genteng sempat hilang 200 suara, padahal sudah perhitungan di plano. Suara PKS tersebut hilang dan masuk ke PDIP, Golkar dan Gerindra. “Saya sempat protes, tapi kata PPK, komputernya error,” katanya.
Begitu juga dialami saksi PKS lainnya Edrus. Ia menemukan adanya penggelembungan suara 40 suara milik PKS yang lari PAN.
Keluhan sama juga dialami saksi Partai Demokrat, Sonar. Ia mempermasalahkan belum dilakukannya rekapitulasi suara di Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari. “Kenapa kok ditunda-tunda terus. Padahal di kelurahan lain sudah selesai penghitungan. Ini rawan kecurangan,”tandasnya. (r12/r4)