PMII Minta Bubarkan Panlih Wawali Surabaya

Tidak ada komentar 160 views

Surabaya,(DOC) – Momentum hari Sumpah Pemuda digunakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) Cabang Kota Surabaya untuk menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD Surabaya, Senin(28/10/2013). Berbeda dengan makna hari sumpah pemuda, para mahasiswa ini menuntut panitia pemilihan Wakil Wali Kota Surabaya untuk dibubarkan, karena dianggap tidak becus dalam bekerja.
Para mahasiswa tersebut mendatangi gedung DPRD Surabaya dengan membawa spanduk bertuliskan turunkan wali kota Surabaya, turunkan Ketua DPRD Surabaya, bubarkan panitia pemilihan wakil wali kota (wawali) Surabaya, wawali Surabaya kosong Risma main sendiri, DPRD telah mati dan lainnya.
Ketua Cabang PMII Surabaya Ahmad Zairudin dalam orasinya mengatakan pemilihan wawali yang tidak kunjung selesai secara tidak langsung telah merugikan warga Surabaya. “Program wali kota mengalami hambatan karena tidak adanya wakil wali kota. Semua dilimpahkan kepada rakyat,” katanya saat diwawancarai sejumlah media di halaman gedung dewan.
Menurutnya, dalam peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober kali ini, pihaknya menyuarakan sumpah serta manifesto kepada seluruh elemen bangsa dan penggerak pemerintahan (birokrasi dan pejabat) di Indonesia dan khususnya Surabaya. Untuk itu, PMII Surabaya menuntut hukum mati para koruptor, sekaligus mendesak DPRD Surabaya untuk segera menyelesaikan pemilihan kekosongan jabatan wawali secepatnya. Jika tidak bisa juga, maka Ketua DPRD Surabaya harus turun dan panlih wawali juga harus dibubarkan.
Ia mengatakan, desakan untuk segera digelarnya pemilihan wawali ini sesuai aturan UU Nomor 12 Tahun 2008, perubahan kedua atas UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. “Kami berharap ini segera diselesaikan agar program di Surabaya tidak terus terhambat,” tegasnya.(r7)