Pohon Natal Unik Sudah Disiapkan Hotel Ini

Tidak ada komentar 34 views

Surabaya, (DOC) –Tree of Hope atau pohon harapan menjadi pohon Natal yang telah dipersiapkan di seluruh Hotel Artotel Grup. Uniknya bukan sebuah cemara, pohon ini terdiri dari kanvas dengan lukisan abstrak yang berisikan doa-doa dan harapan.

Tree of Hope bisa ditemukan juga di Artotel Surabaya. Pohon yang lebih menyerupai bangun Limas Segitiga menampilkan lukisan abstrak yang berbeda dari keempat sisinya. Hal ini menekankan ciri khas art alias seni yang dimiliki Artotel.

Manager Artotel Dedy Santoso menjelaskan, pohon natal berisikan harapan untuk tahun ini didedikasikan kepada para kalangan dengan disabilitas mental. Artotel memberikan wadah bagi mereka untuk berkreasi sekaligus menggalang sedikit bantuan sosial yang kemudian akan disumbangkan kepada beberapa yayasan yang membutuhkan.

“Tree of Hope ini sekaligus menjadi semacam CSR kita bagi kawan-kawan dari rumah sakit jiwa ataupun liponsos. Seluruh dana yang kami galang akan disumbangkan ke Liponsos Surabaya dan RSJ Menur atau yayasan lain yang membutuhkan,” ujar Dedi, Selasa (28/11/2017) sore.

Keempat lukisan abstrak menyimpan makna yang berbeda. Di salah satu sisi misalnya, menggambarkan beberapa telapak tangan yang mengandung doa dan harapan dari beberapa staf atau karyawan Artotel di masa depan dan tahun yang baru.

Sisi sebelahnya menggambarkan lukisan abstrak dominasi warna oranye segar dan delapan matahari. Ini merupakan simbol sumber kehidupan yang penuh kebaikan dan keberuntungan. Matahari terbit itu juga bermakna suatu keinginan untuk terus bersinar terang menyinari jagad raya.

Satu sisi lagi lebih dominan dengan coretan abstrak berwarna biru dan gradasi warna biru muda layaknya langit yang cerah. Maknanya, doa dan harapan naik melewati langit biru menuju kepada Sang Kuasa.

Nah, satu sisi lainnya ini menjadi lebih istimewa lantaran merupakan hasil lukisan abstrak dan bebas dari dua orang pengidap mental disabilitas. Adalah Mahendra Ariana (35) dan Dafit Influenzsa (24) yang merupakan mantan pasien skizofrenia. Dari lukisan abstrak tergambar kondisi alam pedesaan dengan dominasi warna hijau serta biru. Warna terang itu menunjukkan emosi dan rasa tenang dan penuh harapan dari si pelukis.

Psikolog Klinis yang turut menjadi pendamping, Danang Baskoro mengutarakan, Dafit dan Mahendra diberikan kebebasan untuk menumpahkan apa yang ada di pikiran dan perasaanya di atas kanvas. “Tidak ada intervensi khusus dari kami. Bagi penderita skizofrenia, kegiatan menggambar ini merupakan salah satu bentuk terapi penyembuhan,” ujar psikolog yang bertugas di RSJ Menur itu.

Nah lantaran keunikan dari lukisan abstrak tersebut, pohon harapan yang berdiri di lobi hotel ini menjadi pusat perhatian dari pengunjung hotel. Banyak dari pengunjung yang menyempatkan diri berfoto selfie di depan pohon ini ataupun sekedar mengamatinya. (nps)