Polda Jatim Musnahkan Narkoba 3 Miliar

Tidak ada komentar 192 views

Surabaya, (DOC) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim memusnahkan barang bukti narkotika sebanyak 12,04 kilogram yang terdiri dari 2,04 kilogram sabu-sabu asal Nigeria dan Malaysia serta 10 kilogram ganja asal Aceh dengan nilai Rp 3 Miliar.
Direktur Ditreskoba Polda Jatim, Kombes Pol Andi Loedianto di Mapolda Jatim, Selasa (26/11) mengatakan, sesuai dengan Pasal 91 Ayat 2 UU 35/2009 tentang Narkotika menyebutkan barang sitaan narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik wajib dimusnahkan agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Ia menjelaskan, narkoba sebanyak itu disita dari tiga tersangka yakni seorang WNA asal China dan dua orang WNI. WNA China itu bernama Yang Liu dengan barang bukti berupa 1.005 gram atau 1,005 kilogram sabu-sabu dari Nigeria, sedangkan dua orang WNI bernama Sujarwo bin Tukul alias Jarwo asal Kediri (Jatim) dan Muh Fakih bin Muh Sofyan asal Karawang (Jawa Barat).
Didampingi Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jatim Kompol R Bambang Tjahjo B, ia mengatakan Sujarwo sudah tiga kali mengedarkan sabu-sabu asal Malaysia dan akhirnya tertangkap di Bandara Juanda Surabaya pada 11 Oktober lalu. Sementara itu, tersangka Muh Fakih bin Muh Sofwan berasal dari Karawang tapi kos di Kedungbaruk, Rungkut, Surabaya itu ditangkap di Pasar Mangga Dua, Jalan Jagir Wonokromo, Surabaya pada 23 Oktober lalu dengan barang bukti sebesar 10 kilogram ganja asal Aceh. Jadi, totalnya ada 12,042 kilogram narkotika yang meliputi 2,042 kilogram sabu-sabu dan 10 kilogram ganja yang dimusnahkan, namun ada 10 gram sabu-sabu dan 50 gram ganja yang disisihkan untuk kepentingan laboratorium forensik dan pembuktian dalam persidangan.
Menurutnya, penyitaan 12.042 gram (12,042 kilogram) itu berarti ada 48.168 jiwa yang berhasil diselamatkan. Itu karena satu gram narkotika umumnya dikonsumsi empat jiwa/orang, sehingga jumlah barang bukti itu diasumsikan bisa dipakai 48.168 orang.
Ia menambahkan para tersangka dijerat dengan Pasal 111 (kepemilikan), 112 (kepemilikan), dan 114 (mengedarkan) UU 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara dan maksimal hukuman mati atau seumur hidup.
Dalam pantauan dilapangan pemusnahan yang dilakukan di Mapolda Jatim ini disaksikan langsung oleh jajaran Bea Cukai Bandara Juanda, BNNP Jatim, Kejati Jatim, PN Surabaya, dan BPOM Surabaya. (kjt/r4)