Polda Jatim Tangkap 22 Imigran Gelap

 Hukum

Surabaya, (DOC) – Polda Jatim berhasil menggagalkan penyelundupan imigran gelap asal Afganistan. Penangkapan pada Senin (8/10/2012) malam itu dilakukan di Bandara Juanda.
Setelah dilakukan interogasi, para imigran itu mengaku jika Indonesia hanya negara transit. Sementara tujuan resmi mereka adalah ke negara Australia. Sebenarnya para imigran ini ditangkap di kawasan Gresik dan Bandara Juanda.
Kini Polda Jatim menitipkan para imigran yang rata-rata laki-laki ini ke Kantor Imigrasi Waru, Sidoarjo.
Menurut AKBP Widji Suwartini, Kepala Sub Dit Renata, Reskrim Umum Polda Jatim, jumlah imigran gelap yang tertangkap itu sebanyak 22 orang. “Mereka dari Jakarta ke Surabaya sebanyak 21 orang di Bandara Juanda. Sementara satu orang sudah berada di Gresik dan di tangkap di lokasi. Mereka menuju Australia, Surabaya hanya sebagai transit saja,” ungkap Widji.
Dari puluhan imigran gelap ini, ada dua koordinatornya. Yakni AS asal Tuban dan SA asal Sidoarjo. Polda Jatim juga menangkap sopir yang membawa imigran tersebut, DJ (51) warga Surabaya, MS (40), NS (33), KF (30), WP (27) semuanya warga Sidoarjo, serta M (38) asal Bojonegoro.
Petugas Polda Jatim menyita tujuh Avanza dan satu Xenia yang digunakan untuk mengangkut para imigran tersebut. Sementara, NS mengaku jika dirinya hanya diminta menjemput para imigran itu dari Jakarta untuk dibawa ke Surabaya. Di Surabaya, selanjutnya para imigran itu akan dijemput AS dan langsung diterbangkan ke Australia.
“Para pelaku diancam pasal 120 UU 6/2012 tentang Keimigrasian. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” terang Widji. (K6/R8)