Polhut Tangkap 2 Orang Diduga Pelaku Penebangan Liar

foto : Polhut amankan illegal Loging

Lumajang,(DOC) – Dua pelaku illegal-logging (penebang liar), berhasil diamankan oleh pihak Polisi Kehutanan.

Waka KSKPH Perum Perhutani Lumajang, H Mukhlisin menjelaskan kronologi penangkapan berawal dari dua Truk mengangkut kayu jabon yang diduga berasal dari petak 29a RPH Gucialit BKPH Senduro SKPH Lumajang KPH Probolinggo.

Karena karena pada hari itu ada pemotongan pohon jabon di petak 29a RPH Gucialit BKPH Senduro KPH Probolinggo,  Kawasan Hutan Produksi yang ditanami secara liar oleh oknum masyarakat.

Selanjutnya petugas PHT yang Terdiri KRPH Gucialit & Mandor Polhuter sudah berusaha untuk menemui P. Rudy yang diduga melakukan pemotongan kayu jabon tersebut namun tidak pernah bertemu, sehingga petugas melakukan monitor/menyanggong menunggu kayu diangkut.

“Pada hari Rabu, 2/10/17 sekitar jam 12.30 wib kayu dinaikkan ke truk selanjutnya petugas Polhuter menelpon Polhutmob untuk meminta bantuan agar melakukan penangkapan terhadap truk tersebut, Penangkapan ini memang sudah direncanakan karena apabila langsung melakukan penangkapan dilokasi (TKP) dikawatirkan akan ada pengerahan massa untuk menggagalkan penangkapan tersebut,” Katanya, Rabu (4/10/2017).

Dua truk tersebut untuk proses penyelidikan lebih lanjut sudah diamankan Di Mako Perhutani Lumajang dan Proses selanjutnya diserahkan ke Polres Lumajang.

Ketika dikonfirmasi lebih jauh,  masyarakat yang telah ditangkap karena diduga menyalahi aturan tersebut ternyata bersikukuh memiliki bukti kepemilikan dan pemotongan dilakukan tersebut tidak masuk kawasan Perhutani. Saat ini ke dua sopir truk setelah diserahkan ke Polres Lumajang dilepas lagi atau dilakukan penahanan luar akan tetapi kedua barang bukti dua unit truk dan kayu masih dijadikan barang bukti di kantor Perhutani Lumajang.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Aquary Prawirosastro ketika di konfermasi lewat selulernya dua orang yang diamankan Polhut yang selanjutnya di serahkan ke Polres Lumajang sementara dua orang tersebut ditetapkan sebagai saksi.

“Baru saja kita melakukan pengecekan lokasi, dan milihat batas-batas yang di miliki perhutani, dan kita masih dalami. Dua orang tersebut kapasistasnya sementara hanya sebagai saksi sehingga tidak dilakukan penahanan,” ujarnya.(mam/r7)