Politisi Muda Siap Laporkan Akun Facebook Penyebar Kebencian Tentang Dirinya

Husin Shahab

Jakarta,(DOC) – Calon Legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) XI wilayah Madura, Habib Husin Shahab siap melaporkan akun facebook ‘Muhammad Hatta’ ke Polda Jatim, karena telah menyebar berita hoax di sosial media tentang dirinya yang dituduh sebagai golongan Syiah Majusi dan menulis PSI sebagai Partai Syiah Indonesia.

Dalam release tertulisnya, Jumat(3/8/2018), Husin Shahab menyatakan, bahwa hal itu sudah termasuk upaya penyebaran ujaran kebencian antar umat Islam.

“Minggu depan saya akan ke Jawa Timur, akan melaporkan pihak-pihak penebar fitnah dan ujaran kebencian,” katanya.

Menurut dia, golongan Ahlulbait atau yang biasa dikenal dengan sebutan Dzuriyah Nabi ini memang rentan difitnah sebagai bagian dari kelompok Syiah Majusi.

“Sebutan Syiah Majusi ini sudah ada sejak zaman tabiin (zaman pasca sahabat.red) yang sering distigmakan oleh kelompok intoleran untuk menyerang Dzuriyah Nabi jika berbeda pendapat dengan mereka,” paparnya.

Husin menambahkan, propaganda ini memang diciptakan oleh kelompok Wahabi Takfirisme antek Amerika dan Inggris dalam kanca politik transnasional.

Sudah banyak korban berjatuhan akibat fitnah dan propaganda Syiah Majusi ini, seperti di Irak, Syria, Afghanistan dan di daerah kawasan negara konflik lainnya.

“Di Indonesia paham ini sudah masuk, mereka menyebarkan kebencian dan fitnah untuk memperuncing perbedaan mazhab dan agama yang ada di NKRI,” tandasnya.

Tujuan mereka, lanjut Husin, ingin di tiap daerah terjadi konflik komunal sesama anak bangsa yang nantinya akan membuka akses kepada pihak-pihak asing yang akan menggeruk kekayaan alam Indonesia.

“Jangan sampai hal ini juga terjadi di Indonesia apalagi di Madura, pulau santri yang mayoritas masyarakatnya menganut paham Islam rahmatan lil alamin”, ujar pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Pancasila Jakarta ini.

Ia mengajak masyarakat Madura lebih cerdas menanggapi perbedaan paham dan aliran yang ada, apalagi di tahun politik yang ditengarai banyak oknum yang ingin mengambil manfaat ditengah konflik tersebut.

“Masyarakat harus disadarkan jangan sampai terjadi adu domba dan provokasi untuk membelah umat Islam yang sudah rukun di Indonesia,” pungkasnya.(rd/r7)