Polres Tanjung Perak Bingung Sel Waria Ekstasi

 Featured, Hukum

Geisha di Mapolres Tanjung Perak.

Surabaya, (DOC) – Polres Pelabuhan Tanjung Perak kebingungan dengan kasus penangkapan finalis Miss Universe Waria 2011, Geisha (18). Bukan karena tersangka cantik tersebut berulah, melainkan karena tidak tahu harus menempakan Geisha di sel mana.

Kebingungan tersebut lantaran finalis sejumlah acara reality show tersebut adalah seorang transgender. Diketahui, selama menjadi waria, Geisha enggan melakukan operasi kelamin menjadi wanita, seperti kebanyakan waria lainnya. Namun, Ia telah melakukan operasi dengan membuat payudara seperti waria pada umumnya.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anom Wibowo menjelaskan bahwa tersangka yang kedapatan menyimpan pil ekstasi dalam roti tawar tersebut masih ditempatkan di ruangan berbeda dengan tahanan lainnya. Geisha sendiri menolak bila disebut pria, namun juga tak ingin dipanggil sebagai Mbak (panggilan untuk wanita).

“Kami juga bingung, apakah ditempatkan di sel laki-laki atau di sel wanita, karena kami tidak punya sel transgender,” kata Anom, Selasa (6/11/2012).

Anom khawatir, lantaran ketika berusaha di tempatkan di sel laki-laki, para tahanan pria yang berada di dalam justru ketakutan lantaran fisik Geisha yang tidak sama dengan mereka. Bahkan, Geisha sendiri menolak untuk ditahan bersama dengan tersangka priya yang lain.

“Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sama halnya dengan saat akan di masukkan ke dalam sel tahanan wanita. Tahanan wanita tampak ketakutan dan menolak bila tersangka yang termasuk peringkat ketiga reality show Be A Man 2010 itu satu sel dengan mereka. Tahanan ketakutan karena mengatahui Geisha masih memiliki alat kelamin laki-laki.

“Akhirnya kami putuskan untuk sementara Geisha diletakkan di sel anak-anak,” kata Anom.

Polres Pelabuhan Tanjung Perak memiliki tiga sel. Sel laki-laki, sel perempuan, dan sel anak-anak. Kebetulan saat ini, sel anak-anak tidak ada penghuninya, sehingga untuk sementara Geisha ditempatkan dalam sel anak-anak yang berukuran 2×3 meter.

Polisi terus mencari pemilik ektasi yang dititipkan ke Geisha. Menurut Anom, selama ini Geisha telah tiga kali melakukan hal serupa. Selama tiga kali itu pula, Geisha tidak tahu jika di barang yang dititipkan ada ektasinya, karena menggunakan sistem ranjau.

“Geisha ini bukan pemakai, namun dia mendapat keuntungan dari transaksi ini,” kata Anom.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak menangkap Geisha. Geisha yang kedapatan membawa pil ekstasi, mengakui kalau itu titipan seseorang dan kemudian diletakkan di dalam roti tawar, Senin (5/11/2012). Ia ditangkap saat hendak menyerahkan titipan tersebut ke salah satu pengunjung Diskotik Kowloon di Plasa Surabaya. Akibatnya, Ia kemudian dibekuk dan dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. (k1/r4)