Posisi Ketua BK di Lelang, Machmud di Lantik Jadi Ketua Dewan

Suasana paripurna di DPRD Surabaya.

Surabaya,(DOC) – Pekan ini Ketua Komisi B Moch Machmud dijadwalkan bakal dilantik sebagai ketua DPRD Surabaya definitif. Badan Musyawarah (Banmus) dalam pekan ini akan menggelar rapat guna menentukan jadwal paripurna istimewa pelantikan.

“Soal ketua dewan sudah klir. Pekan ini Banmus akan rapat untuk menentukan jadwal pelantikan. Pelantikannya juga dijadwalkan pekan ini,” kata Penasehat Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Surabaya Adies Kadir,Sabtu(18/5/2013) kemarin.

Menurut dia, Moch Machmud adalah calon tunggal ketua dewan. “Tidak ada nama lain lagi selain Pak Machmud. Pak Machmud calon tunggal (diajukan Partai Demokrat). Pak Machmud sudah komunikasi dengan Golkar, dan visi-misinya sama dengan Golkar,” sambung Adies yang juga ketua DPD PG Surabaya ini.

Jika pelantikan ketua dewan tak lagi ada masalah, berbeda dengan calon wakil wali kota (Wawali) pengganti Bambang Dwi Hartono yang maju pada bursa pilgub Jatim. Sebagaimana konsultasi Komisi A ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta, PDIP sebagai partai pemenang pilwali Surabaya harus mengusulkan dua nama calon wawali ke Wali Kota Tri Rismaharini.

“Pemilihan calon wawali harus sesuai undang-undang. Undang-undang menyatakan partai pengusung harus mengajukan usulannya ke wali kota. Yang diusulkan dua nama, dan wali kota harus mengusulkan lanjut dua nama itu ke DPRD,” papar Adies yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya ini.

Sebagaimana aturan yang ada, kata Adies, calon wawali yang diusulkan harus dua nama. “Karena aturan itu, ibu wali kota tentunya tidak akan berani menabrak undang-undang. Setelah wali kota mengusulkan, DPRD akan membentuk pansus untuk membahasnya,” kata Adies.

Sekadar diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) 49/2008 tentang perubahan ketiga atas PP 6/2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian KDH dan Wakil KDH mengatur mekanisme penetapan wawali.

Merujuk PP tersebut, utamanya pasal 96, harus ada dua nama yang diusulkan sebagai calon wawali. Tidak bisa satu nama saja.

Aturan ini mengecilkan kans Wakil Ketua DPRD Surabaya sekaligus ketua DPC PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana (WSB) untuk mulus melenggang ke kursi wawali. Kendati rapat DPC PDIP sebelumnya sudah memutuskan WSB sebagai calon tunggal wawali pengganti Bambang DH.

Terpisah, calon ketua DPRD Surabaya Moch Machmud mengaku sudah menyelesaikan komunikasi dengan lintas fraksi. “Semua fraksi setuju agar pelantikan ketua dewan definitif disegerakan. Ini karena waktu efektif kinerja dewan tinggal sekitar setahun lagi,” kata Machmud tadi malam.

Fraksi Partai Golkar, imbuh Machmud, sudah menyatakan full power mendukungnya sebagai ketua dewan. Ini mementahkan pernyataan Adies yang sebelumnya minta agar DPC Partai Demokrat mengusulkan dua nama calon ketua dewan.

“Tidak ada transaksional politik. Yang ada adalah semangat yang sama, semangat menjadikan lembaga dewan lebih baik lagi di sisa efektif periode,” papar Machmud.

Kepada lintas fraksi yang ditemui, Machmud janji tidak akan arogan dan mengedepankan kolektif kolegial. “Saya juga minta teman-teman lintas fraksi mengingatkan, mengkritik saya jika salah,” akunya.

Sementara ditempat terpisah, DPC serta Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya, nampaknya telah menawarkan posisi ketua Badan Kehormatan (BK) ke fraksi lain. Kendati berhak atas posisi ketua salah satu alat kelengkapan dewan itu, namun DPC maupun FPD ingin memberikannya itu ke fraksi lain.

Upaya ini dilakukan lantaran hingga kini belum ada satu pun nama anggota dewan yang disebut-sebut bakal menjadi ketua BK yang kini kosong sepeninggal Agus Santoso yang dipecat sebagai kader Demokrat.

Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Muzayin mengatakan, pihaknya kini terus menggodok reposisi di dewan. Ini lantaran posisi ketua Komisi B bakal lowong setelah Moch Machmud akan dilantik menjadi ketua dewan.

“Memang reposisi jabatan di DPRD Surabaya sudah kita siapkan terutama yang sebelumnya menjadi jatah Partai Demokrat. Namun, untuk posisi ketua BK belum tentu juga diisi dari Fraksi Demokrat. Kita tawarkan ke fraksi lainya saja,” kata Muzayin, kemarin.

Meski menawarkan posisi ketua BK ke fraksi lain, namun Muzayin menandaskan pihaknya tetap nggandoli posisi ketua Komisi B. Calon pengganti Moch Machmud akan diambilkan dari anggota FPD yang kini duduk di Komisi B.

Secara terang-terangan, Muzayin menyebut nama anggota Komisi B Rusli Yusuf sebagai calon ketua komisi. Selain sudah dua periode menjadi dewan, Rusli juga dinilai kapabel dibanding anggota FPD lain di komisi yang membidangi anggaran dan keuangan tersebut.

“Untuk posisi Ketua Komisi B kita usahakan dari internal Komisi B sendiri. Kita anggap Rusli Yusuf paling layak karena kita anggap senior dan sudah mengenal fungsi dan kinerja Komisi B,” katanya

Sementara itu, sumber di internal FPD DPRD menyebut ketua BK tetap akan tetap diisi Demokrat. Nama anggota Komisi C dari FPD, Herlina Harsono Njoto disebut-sebut bakal menjadi ketua BK. Herlina yang seorang psikolog jebolan S2 Fakultas Psikologi Untag dinilai mampu membangun komunikasi dengan semua anggota dewan dari lintas fraksi.(r7)