Potensi Pertumbuhan Keuangan Syariah Lebih Besar

Tidak ada komentar 219 views

Jakarta, (DOC) – Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan NonBank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani mengungkapkan potensi pertumbuhan industri keuangan syariah sebenarnya bisa jauh lebih besar lagi. Apalagi, bila melihat peningkatan penduduk yang belum terlayani oleh layanan jasa keuangan formal karena masalah akses layanan jasa keuangan dan tingkat literasi yang masih rendah.
“Peningkatan populasi penduduk, khususnya kelas menengah menjadi faktor meningkatkan potential demand terhadap value added services yang ditawarkan industri keuangan syariah. Kelas menengah Indonesia tumbuh dari semula 93 juta orang atau 42,7% menjadi sekitar 134 juta orang atau 56,6% penduduk,” kata Firdaus.
Kenaikan income, menurut Firdaus, akan mengubah preferensi keuangan masyarakat dari produk sederhana seperti simpanan dan pembiayaan umum ke arah produk investasi dan pembiayaan yang lebih sophisticated, berbasis IT, dan memiliki value added yang dibutuhkan pelanggan dan dunia usaha.
“Selain itu, pertumbuhan berkelanjutan melalui kebijakan pengembangan sektor strategis antara lain terkait infrastruktur dan konektivitas, revitalisasi industri, dan konservasi energi, merupakan lading garapan sektor jasa keuangan syariah yang belum banyak dijamah,” imbuhnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa pada sektor infrastruktur, misalnya, dari kebutuhan pembiayaan sebesar Rp 1.924 triliun hingga 2014 hanya sekitar 29% yang dapat dipenuhi APBN.
“Dari sisi positif, berbagai kenyataan ini memberikan optimis bahwa ruang bertumbuh dan peran kontribusi sektor jasa keuangan syariah bagi pembangunan masih sangat luas. Ini tantangan bagi stakeholders keuangan syariah nasional,” ungkapnya.
Secara proporsi, tambah Firdaus, industri keuangan syariah memiliki pangsa pasar yang masih kecil. Contohnya pada volume usaha industri perbankan syariah yang tumbuh rata-rata 35-40% selama lima tahun terakhir.
“Oleh sebab itu, aktivitas riset dan pengembangan yang berkualitas perlu dilakukan agar industri keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat, stabil, efisien, dan berdaya saing. Sehingga dapat memenuhi berbagai tantangan dan mengoptimalkan kontribusi dan perannya dalam perekonomian nasional,” tutup Firdaus. (we/r4)