PPP Tertarik Usung Khofifah

 Featured, Politik

Surabaya, (DOC)-Meski namanya masuk nominasi beberapa parpol (Partai Golkar, PDIP), untuk diusung menjadi cagub, namun Khofifah Indar Parawansa belum memberikan keputusan. Ketua Umum PP Muslimat NU itu masih wait and see.
Terakahir, nama Khofifah juga masuk nominasi cagub dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Bahkan Partai berlambang Ka’bah ini siap mengusungnya kembali pada pilgub 2013.
Wakil Ketua Umum DPP PPP Lukman Hakim Saefuddin menyatakan, pihaknya masih menunggu Ketua PP Muslimat NU tersebut. “Kita (PPP.red) masih menunggu, karena Khofifah sendiri juga masih ingin melihat-lihat dulu,” ungkap Lukman.
Menurut Lukman Hakim,PPP masih terbuka untuk mengusung kembali Khofifah menjadi calon gubernur dalam pilgub 2013 nanti.Pihaknya juga telah melakukan komunikasi, baik dengan Khofifah sendiri maupun dengan partai politik lain untuk diajak koalisi.
Menurut penilaian Lukman, sosok Khofifah merupakan calon potensial untuk memenangkan pertarungan di dalam pilgub Jatim 2013. Terbukti saat pilgub 2008 lalu, pasangan KaJi (Khofifah-Mujianto) menjadi cagub terkuat menghadapi KarSa. “Tapi persoalannya, apakah dia (Khofifah, Red) akan maju atau tidak,” ucap Lukman.
“Prinsipnya, PPP dalam posisi siap,termasuk siap mengusung calon lain,“ tutur Lukman Hakim yang juga Wakil Ketua MPR-RI ini.
isinggung soal kabar yang menyebutkan Khofifah dilarang maju kembali oleh mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi, Lukman Hakim kaget. “Lho, kata siapa. Saya kok baru dengar dari Anda,”tuturnya.
“Kalau begitu, saya perlu tabayun dulu ke beliau (KH Hasyim Muzadi, Red), apa benar ada larangan itu?” tutur dia.
Memang, sebelumnya santer terdengar hubungan Hasyim Muzadi dengan Khofifah sudah tidak seperti pada pilgub 2008 lalu. Ini dipicu oleh perebutan posisi calon wakil presiden di tubuh Partai Golkar untuk mendampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dalam pilpres 2014 mendatang. Khofifah ingin maju mendampingi Ical dan Ical pun tertarik dengan Khofifah. Tapi Hasyim Muzadi menyodorkan calonnya sendiri, yakni Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfudz MD.
Lebih lanjut, ia menyatakan Khofifah memang memiliki peluang besar diusung PPP lagi, apalagi bila masyarakat Jatim yang mayoritas nahdliyin tersebut menghendakinya. Bagi PPP, apa pun yang dikehendaki rakyat mayoritas, akan didukung.Dan PPP akan menjadi partai terdepan untuk memperjuangkan aspirasi mayoritas tersebut. Namun begitu,tambah dia, sebelum ada keputusan resmi, partainya masih terbuka untuk calon mana pun.
Ditanya soal kemungkinan PPP mempelopori mengusung calon gubernur dari kader NU, dirinya menyatakan siap. Apalagi bila melihat mayoritas warga Jatim ini adalah warga nahdliyin.“Dan PPP akan memperhatikan betul aspirasi itu bila memang menguat,” ujar dia.
Hanya saja persoalanya, kata Lukman, untuk mewujudkannya tidaklah mudah, apalagi kader-kader NU kini telah tersebar luas di sejumlah partai politik. Sementara, mendorong institusi NU, seperti PBNU dan PWNU untuk menyatukan suara dan mengarahkan kepada kader NU tertentu, jelas sulit. Apalagi NU secara jam’iyah sendiri juga telah menetapkan kembali pada khithoh NU dan membebaskan semua warganya untuk menyalurkan aspirasinya di bidang politik. “Khithoh ini harus kita junjung tinggi. Tapi mengusung kader NU bukan berarti tidak mungkin,” tutur dia. (r-12/r-7)