Prabowo Korban Turbulensi Politik

Tidak ada komentar 191 views

Surabaya, (DOC) – Mantan Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI (Purn) Soewarno meminta para seniornya (para mantan jenderal) yang terjun menjadi tim sukses tak saling hujat. Apalagi sampai memberikan contoh pendidikan politik yang tak terpuji. Untuk itu, dia meminta para seniornya untuk tetap elegan dalam berkampanye mendukung masing-masing capresnya.
Menurut dia, di beberapa media sudah jelas banyak mantan jenderal yang berniat menghancurkan Prabowo Subianto. Bagi Soewarno, hal itu dilakukan karena kepentingan pribadi mantan jenderal tersebut. Seharusnya tak perlu memberikan contoh yang tak terpuji tersebut.
Ungkapan itu disampaikan Soewarno saat menghadiri Deklarasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Jatim mendukung Prabowo-Hatta di Surabaya, Rabu (11/6/2014). “Bagi saya visi dan misi Prabowo sangat jelas. Utamanya masalah keamanan, Prabowo memang ingin menguatkan pengamanan di perbatasan agar NKRI tetap utuh dan berjaya,” tegas Soewarno.
Sementara terkait masalah isu pemecatan, Soewarno menegaskan jika Prabowo Subianto menjadi korban turbulensi politik di masa peralihan Soeharto ke BJ Habibie, saat reformasi 1998.
Saat itu, kata Soewarno, ada perebutan jabatan menteri pertahanan, Panglima TNI dan KASAD yang sangat kuat. Sehingga Prabowo yang kala itu menjadi Pangkostrad menjadi korban kelicikan petinggi ABRI (sekarang TNI).
Terkait dengan surat pemecatannya, itu hanya akal-akalan pimpinan TNI karena Prabowo menolak menjalankan perintah atasan.
“Prabowo itu diberhentikan dengan hormat, bukan dipecat. Ia masih menerima pensiun,” kata mantan Komandan Paspampres ini yang mengatakan kenapa masalah HAM tak dipersoalkan saat Prabowo menjadi Cawapresnya Megawati di Pilpres 2009. (r4)