Presiden KPD dan Ketua DPP KNPI Sowan Panglima TNI

Tidak ada komentar 142 views

Jakarta, (DOC) – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Aster (Asisten Teritorial) Panglima TNI Mayjen TNI Ngakan Gede Sugiarta Garjitha, S.H. dan Kapuspen (Kepala Pusat Penerangan) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya secara berturut-turut menerima audensi Presiden KPD (Komite Perdamaian Dunia) Dr. Djuyoto Suntani dan Ketua DPP (Dewan Pimpinan Pusat) KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Taufan E.N. Rotorasiko, di Mabes Cilangkap Jakarta, Senin (28/4/2014).
Dalam pertemuan dengan Panglima TNI, Presiden KPD Dr. Djuyoto Suntani menyampaikan bahwa KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) mempunyai tiga target, yaitu ditetapkan adanya bahasa dunia, etika dunia dan kebersamaan umat sedunia. Sementara itu, gong perdamaian dunia intinya adalah bahwa Indonesia adalah tempat peradaban dunia yang bisa menjaga kebesaran bangsa Indonesia. “Saya merasa senang, Indonesia sudah mempunyai pusat perdamaian (peacekeeping) yang berada di Sentul”, kata Presiden KPD.
Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI menyampaikan sangat positif apa yang disampaikan oleh Presiden KPD karena sebagian negara, ada yang belum mengenal Indonesia secara baik. “Kita semua harus memiliki tanggung jawab kolektif untuk selalu mempromosikan bangsa Indonesia di dunia internasional”, kata Jenderal Moeldoko.
Sementara itu, Ketua DPP KNPI Taufan E.N. Rotorasiko menyampaikan bahwa, Komite Nasional Pemuda Indonesia ikut mensukseskan proses pergantian kepemimpinan dengan harapan akan menjadikan Indonesia menjadi lebih baik ke depan. Kedua, diharapkan para pemuda untuk mulai memahami keadaan bangsa Indonesia ke depan, karena pemuda adalah harapan bangsa dan tulang punggung masa depan Indonesia. “Kami berharap ke depan dapat bersinergi secara khusus dengan TNI, karena KNPI melihat bahwa TNI memiliki program-program kerakyatannya, penanggulangan bencana alam, pembangunan desa dan sebagainya, yang sangat menarik bagi pemuda KNPI”, ujar Taufan.
Panglima TNI berharap, seluruh jajaran KNPI menata diri dengan baik dan dapat menggunakan wahana ini untuk penguatan, karena sebagian diantara mereka ada yang dapat menjadi pemimpin. Kedua, dalam kapasitas organisasi besar, KNPI supaya mensosialiasikan hak politik kepada masyarakat, jangan malah mengajak masyarakat untuk memboikot pemimpin, Pemilu atau Golput dan seterusnya. Untuk itu, Panglima TNI memberikan saran untuk bersama-sama mensosialisasikan kepada masyarakat dalam mensikapi hak politiknya.
Panglima TNI mengajak seluruh anggota KNPI agar supaya terus menjaga nasionalisme demi keutuhan dan kedaulatan NKRI. Disamping itu, solidaritas perlu terus dipupuk dan ditingkatkan karena keanggotaan KNPI terdiri dari beberapa elemen masyarakat yang mencerminkan keanekaragaman Indonesia. (puspen/r4)