Presiden RI Terkesima Kemajuan Kabupaten Lumajang

Tidak ada komentar 297 views

Lumajang, (DOC) – Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terpukau dengan kemajuan dari Kab. Lumajang saat ini. Lumajang selama ini dikenal sebagai daerah Tapal Kuda, dimana tingkat kemiskinan cukup tinggi, akan tetapi saat ini kondisi tersebut berubah drastis.
Hal tersebut disampaikan Presiden RI ke-6 tersebut saat Buka Bersama Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Hj. Ani Yudhoyono dengan Tokoh Masyarakat dan Alim Ulama se-Kab. Lumajang bertemakan Hikmah Ramadhan di Pendopo Kab. Lumajang, Selasa(30/7) malam.
Berbagai kemajuan tersebut terjadi karena masyarakat Kab. Lumajang mampu melangkah kedepan menuju hari esok yang lebih baik. Masyarakat Kab. Lumajang selalu optimis merubah pandangan masyarakat bahwa Kab. Lumajang merupakan kawasan minus. “Berbagai kemajuan dilakukan masyarakat Kab. Lumajang. Masyarakat kabupaten ini terkenal dengan kawasan yang religius dan agamis, yang selalu berikhtiar. Ikhtiar tersebut menimbulkan hasil positif dimana kesejahteraan masyarakat Lumajang semakin tinggi. Sesuai dengan hadits, yang menyebutkan Tuhan akan merubah kaumnya apabila kaum tersebut mau berusaha, hal tersebut terjadi di Lumajang, “ ucapnya.
Jumlah masyarakat miskin di Kab. Lumajang dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2009 jumlah orang miskin di Lumajang sebanyak 130.000 jiwa. Jumlah tersebut berkurang sebanyak 46% atau 61.000 jiwa pada akhir 2012. Penurunan yang besar tersebut dikarenakan masyarakt Kab. Lumajang mampu berinovasi untuk menjadi lebih baik. Pemprov Jawa Timur juga telah membuat program untuk mengurangi angka kemiskinan di Jawa Timur yakni melalui program Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat (Jalin Kesra).
Penurunan kemiskinan di Jatim sejak tahun 2009 terus meningkat. Pada 2009 angka kemiskinan di Jatim menyentuh 6.022.590 jiwa atau 16,68 persen dari penduduk Jatim. Pada 2010 jumlah tersebut berkurang 1,42 persen atau 493.290 jiwa. Angka tersebut turun 1,03 persen atau 173.090 jiwa pada 2011, dan pada akhir 2012 turun lagi sebanyak 110.440 jiwa atau 0,32 persen. Secara kumulatif sejak 2009, penurunan kemiskinan di Jatim sebesar 3,28 persen atau 951. 620 jiwa. Ini menjadikan Jatim sebagai penyumbang penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia. Akhir 2012, Jatim memberikan kontribusi 30,35 persen penurunan kemiskinan terbesar di Indonesia.
Di Kabupaten Lumajang, Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada 1.599 RTSM Sasaran yang tersebar di 47 desa/kelurahan dan 11 kecamatan dengan 11 orang pendamping. Sedangkan jumlah rekapitulasi bantuan Jalin Kesra se-Bakorwil Malang adalah Rp. 167.540.870.250,- dan 130,8 ton beras jenis premium dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 18.928 KK. Jalin Kesra tahun ini memiliki 280 orang pendamping, sasarannya adalah 54.229 RTSM yang tersebar di 2.124 desa/kelurahan, 317 kecamatan di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Rinciannya, sebanyak 16.690 RTSM mendapat bantuan non ternak, sedangkan 35.368 RTSM mendapat bantuan ternak. Paket ternak yang diberikan terdiri dari 25.010 paket kambing, 7.951 paket domba/gibas, dan 1.898 paket ayam dan 509 paket itik. Namun untuk paket ayam dan itik dialihkan ke kambing.
Sasaran utama program yang dirancang khusus sebagai keberpihakan terhadap orang miskin (pro poor) berupa pemberian bantuan uang dan pangan serta natura produktif ini adalah sebanyak 493.004 RTSM di 8.246 desa/kelurahan, 662 kecamatan, 38 kabupaten/kota (termasuk 4 desa tenggelam lapindo) dan sebanyak 259 desa/kelurahan yang tidak memiliki RTS.
Selain itu, SBY juga menghimbau agar semua masyarakat di Jawa Timur agar selalu berikhtiar dan bekerja keras. “ Semua harus berhenti mengeluh, kalau mau bekerja keras maka aka nada pertolongan dari Tuhan sesuai seperti yang dicita-citakan bisa terwujud, “ tutur SBY. (hms/r4)