Presiden SBY Rasakan Pembangunan Jatim

Tidak ada komentar 143 views

Surabaya, (DOC) – Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasakan pembangunan Jawa Timur dalam kunjungannya selama tiga hari di Kabupaten Lumajang, Jember, Bondowoso, Probolinggo, dan Pasuruan. Pembangunan yang dilaksanakan di beberapa kabupaten tersebut diakuinya mengalami kemajuan yang signifikan dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Kesan saya selama tiga hari mengunjungi Jatim dalam safari ramadhan tahun ini adalah saya sungguh bangga dan senang karena pembangunan di Jatim benar-benar nyata,” ujar orang nomor satu di Indonesia ini saat acara Buka Puasa Bersama Presiden RI beserta Ibu Hj. Ani Bambang Yudhoyono dengan Forpimda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/8/2013).
SBY mengatakan, kemajuan pembangunan di Jatim tak hanya dirasakan dan disaksikan dirinya saja, namun juga dirasakan oleh segenap jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang turut serta mendampinginya selama kunjungannya di Jatim. “Para menteri juga menyaksikan langsung perkembangan Jatim, tapi jangan berpuas diri dulu,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, meskipun pembangunan Jatim sudah maju, pemerintah tetap harus berusaha lebih keras lagi untuk benar-benar kesejahteraan masyarakat benar-benar merata dalam satu hingga lima tahun mendatang. “Tentunya melalui perencanaan keuangan yang tepat, kebijakan yang benar, program aksi yang benar, agar pembangunan Jatim semakin maju lagi,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo mengatakan bahwa meningkatnya pembangunan di Jatim disebabkan oleh harmonisnya hubungan sesama dan antar umat beragama. “Umat beragama di Jatim saling menghormati satu sama lain, yang tidak berpuasa menghormati yang berpuasa. Salah satu buktinya dapat kita saksikan di kesempatan ini, kami mengundang pengusaha non muslim untuk ikut berbuka puasa bersama,” katanya.
Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim ini melanjutkan, harmonisnya umat beragama mengakibatkan kehidupan di Jatim berlangsung aman, nyaman, dan tentram, kemudian didukung dengan buruhnya yang tidak anarki, serta pengusahanya juga adil. Kondisi ini sangat ideal bagi iklim perekonomian, ratusan investor dalam negeri maupun luar negeri tertarik untuk berbisnis di Jatim.
“Imbasnya, perekonomian dan pembangunan di Jatim semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan membaiknya kesejahteraan masyarakat. Tentu kami akan terus meningkatkan berbagai upaya untuk memberdayakan ekonomi rakyat” lanjutnya.
Disampaikannya, menjelang hari raya Idul Fitri, Pemprov Jatim memiliki kebijakan untuk menanggung ongkos angkut distribusi bahan pokok dari D1-D4. Tujuannya agar harga bahan pokok tetap stabil, sehingga masyarakat tidak kesulitan untuk membelinya dan dapat menikmati hari raya lebaran bersama keluarga dengan tenang. “Ini salah satu kebijakan kami untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat kecil,” tuturnya.
Berbuka puasa bersama antara Presiden SBY dan masyarakat Jatim ini diawali di pendopo Kabupaten Lumajang, dan pada hari kedua kunjungan Pak SBY dan Pakde Karwo berbuka puasa dengan masyarakat Jatim di Kabupaten Bondowoso. Di Bondowosolah untuk kali pertama presiden RI berkunjung di kota tape ini. Pada kunjungan terakhirnya di Jawa Timur dalam rangkaian Safari Ramadhan, Presiden SBY dan Pakde Karwo memungkasinya di gedung negara Grahadi. Esoknya (hari ini-red) rombongan Presiden dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono kembali ke Jakarta dengan pesawat kepresidenan.
Hadir dalam kesempatan itu, jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, diantaranya Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa, Mendikbud, M. Nuh. Turut hadir pula Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, Sekdaprov Jatim, Rasiyo, Kepala Bandiklat Jatim, Saiful Rahman, dan Kepala Dipenda Jatim, Bobby Soemiarsono. (hms/r4)