Priyo Budi Muncul Jadi Kandidat Cawapres Potensial

Surabaya, (DOC) – Munculnya nama Priyo Budi Santoso sebagai salah satu tokoh mck recordnyauda yang diharapkan mampu memimpin negeri ini , mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan. Meski perolehannya masih di bawah Joko Widodo, peluang Priyo Budi dianggap masih besar setidaknya masuk dalam bursa Cawapres.
“Melihat track recordnya, mas, Priyo (Priyo Budi,red) memiliki kans yang cukup kuat setidaknya untuk Cawapres. Para tokoh yang sudah mengagendakan diri sebagai Capres membutuhkan tokoh muda untuk mendapinginya,” ujar fungsionaris DPD Golkar Surabaya, Ismed Rama, Rabu(12/2/2014).
Menurut Ismed yang juga Caleg Dapil 5 Surabaya ini, Priyo Budi Santoso merupakan tokoh muda yang cerdas dan bersih dalam karier politiknya. “ Buktinya Priyo Budi mampu menjalankan tugasnya sebagai pimpinan DPR RI dengan record yang bersih dan baik selama ini. Tinggal bagaimana partai memperhatikan potensi ini,” ujar Ismed.
Dalam surevi tokoh muda yang berpotensi menjadi Capres-Cawapres yang dilansir Pusat Kajian Pancasila Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang, Priyo Budi Santoso menempati peringkat du di bawah Joko Widodo.
Dari penelitian itu, muncul tokoh politik muda. Dalam surveinya, nama Joko Widodo memiliki tingkat keterpilihan tertinggi, yakni 20,28 persen. Selanjutnya ada tokoh muda lain, Priyo Budi Santoso dengan presentase 16,26 persen dan calon wapres dari Hanura, Hary Tanoe, sebesar 11,3 persen.
Dari hasil ini dinilai para tokoh muda, juga mulai mewarnai bursa tersebut. Tentu saja munculnya tokoh muda ini menjadikan persaingan semakin variatif.
Harapannya dengan adanya tokoh muda, justru semakin memberi warna dan pilihan demokrasi ke masyarakat. “Masyarakat memang menginginkan tokoh muda, ini agar pilihannya beragam. Jangan sampai menyuguhkan tokoh-tokoh itu saja,” kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Pancasila Hukum dan Demokrasi Universitas Negeri Semarang Arif Hidayat.
Dari rating itu, seharusnya partai politik bisa membaca kebutuhan masyarakat tersebut. Ini bisa untuk menghilangkan kejenuhan masyarakat dalam Pemilu Presiden 2014. Para tokoh muda dengan umur di bawah 55 tahun itu justru menunjukan popularitas tertinggi.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik, sebab saat Pemilu 2019 mendatang, tokoh muda ini justru sudah berusia di atas 55 tahun dan masuk golongan tokoh muda,” terang Arif Hidayat.
Survei Pusat Kajian Pancasila Hukum dan Demokrasi ini dilaksanakan pada 3 Januari sampai 9 Pebruari di 34 provinsi. Ada 1.070 responden pemilik hak pilih yang mengikuti survei tersebut. (r4)