Produksi Bawang Merah di Kabupaten Malang Melebihi Target

Malang (DOC) – Produksi bawang merah petani di wilayah Kabupaten Malang melebihi yang ditargetkan, yakni dengan target produksi sekitar 8 ton per hektare, mampu menghasilkan sekitar 15 ton per hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid di Malang, Jumat mengatakan setiap satu hektare lahan tanaman bawang merah ditargetkan berproduksi rata-rata 8 ton, namun hasil produksinya di luar dugaan, yakni 15 ton per hektare, bahkan ada yang mencapai 31 ton per hektare.

“Panen petani ini merupakan hasil dari bantuan bibit bawang dari pemerintah yang didistribusikan pada Mei lalu. Bantuan bibit yang didistribusikan untuk lahan tanam seluas 96 hektare, dan 5 hektar diantaranya di desa Tawangargo,” katanya.

Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso itu merupakan satu dari 13 desa yang mendapatkan bantuan bibit bawang merah an tersebar di sembilan kecamatan. Bawang merah yang dipanen di desa Tawangargo itu merupakan panen putaran terakhir, program bantuan benih dari pusat untuk pengembangan kawasan bawang merah jenis batu ijo.

Selain bantuan bibit, katanya, juga ada beberapa bantuan lainnya, seperti pupuk, pestisida, dan pendampingan petani. “Selama 70 hari sejak didiostribusikan pertengahan Mei lalu, hasilnya sangat bagus. Satu hektare lahan di Tawangargo ini mampu berproduksi minimal 13 ton, juga ada yang mampu berproduksi 31 ton per hektar, padahal rata rata dengan kontur tanah di wilayah Kabupaten Malang, produksi bawang merah stidak lebih dari 8 ton per hektar.

“Kalau target produksi bawang merah per hektare mampu 15 ton dari benih satu ton yang digelontorkan Pemkab Malang, berarti produksi bawang merah tahun ini mencapai hampir 1.500 ton. Artinya, produksi dan pengembangan tanaman bawang merah di Kabupaten Malang berhasil, apalagi ini mer[upakan kawasan baru,” ujarnya.

Sentra tanaman bawang merah di Kabupaten Malang selama ini berada di Kecamatan Ngantang dan Pujon yang berada di dataran tinggi. Namun, sekarang diperluas dengan membuka lahan tanam baru di Kecamatan Turen, Karangploso dan Sumberpucung.

Dengan keberhasilan tanaman bawang merah itu, lanjutnya, pihaknya meminta ptani untuk menyisikan 20 persen hasil produksinya untuk penyediaan bibit karena keberadaannya di Kabupaten Malang masih sangat kurang, apalagi kalau dikaitkan dengan peralatan, khususnya alat mesin pertanian (alsintan).

“Rata-rata petani mengeluhkan alsintan ini dan biaya produksi, serta tenaga kerja. Atas keluhan petani ini kami akan berupaya optimal membantu, baik peralatan maupun pembuatan pupuk organik guna menekan kebutuhan biaya pembelian pupuk kimia,” ucapnya.

Biaya produksi tanaman bawang merah per hektare rata-rata sekitar Rp30 juta hingga Rp50 hektare. “Dengan biaya produksi sebesar itu, kami optimistis petani tidak akan beralih ke tanaman lain, bahkan kami berharap Kabupaten Malang ke depan menjadi sentra benih bawang merah nasional jenis batu ijo,” katanya.(D02)