Produksi Kedelai Jatim Menurun Setiap Tahun

Tidak ada komentar 122 views

Surabaya,(DOC) – Selama kurun waktu 2012 angka produksi kedelai Jatim hanya mencapai 361.990 ton biji kering. Dimana jumlah ini alami penurunan sampai 5.010 ton biji kering dibandingkan kinerja produksi tahun 2011 yang mencapai 367.000 ton biji kering.
Kepala Bulog Divre Jatim, Rusdianto mengatakan untuk tingkat konsumsi kedelai masyarakat Jatim sendiri mencapai 460.000 ton hingga 491.000 ton atau sekitar 12,9 kilogram per kapita per tahun. Dengan demikian, produksi kedelai Jatim defisit sekitar 100.000 ton hingga 150.000 ton per tahun.
“Dan memang kekurangan ini biasanya dipenuhi dari terbukanya arus impor kedelai, yang selama ini dilakukan pemerintah,” kata Rusdianto, Rabu (11/9/2013) kemarin.
Diakui Rusdianto, pihaknya sampai saat ini masih belum menyerap sepeserpun kedelai dari petani. Apalagi, harga kedelai di pasar nasional masih sangat tinggi. Bahkan, lebih tinggi dibandingkan harga pokok pembelian (HPP) Bulog.
“Besaran HPP kedelai di Bulog saat ini mencapai Rp7.000 perkilogram sedangkan di pasar perdagangan telah mencapai Rp7.500 per kilogram,” katanya.
Walau begitu, kata dia, kini ketersediaan kedelai di Tanah Air sudah mulai langka karena tidak musim panen. Sementara, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ikut meningkatkan harga kedelai di pasar dalam negeri.
“Setiap tahun, kebutuhan kedelai secara nasional sekitar 2,5 juta hingga 2,7 juta ton. Namun produksi dalam negeri antara 700.000 ton hingga 800.000 ton dan untuk memenuhi kebutuhan kedelai yang cukup besar maka pemerintah harus melakukan impor,” katanya.
Meski demikian, lanjut dia, dibukanya keran impor kedelai tidak serta merta langsung bisa masuk ke dalam negeri menyusul aturan izin impor baru ditandatangani akhir Agustus lalu.
“Impor kedelai masih perlu persiapan. Jika Menteri Pertanian mengatakan stok kedelai sekitar 300.000 ton, itu hanya angka statistik yang sifatnya perkiraan karena keberadaan kedelai itu menyebar di berbagai tempat,” pungkasnya.(k8/r7)