Produsen Tahu dan Tempe Kurangi Produksi

Tidak ada komentar 133 views

Surabaya, (DOC) – Semakin tingginya harga kedelai, memaksa produsen tahu dan tempe mengurangi produksinya. Meskipun ada seruan untuk mogok produksi bersama-sama pada 9-10 September, terhitung mulai hari ini, produsen tahu di Surabaya memilih untuk tetap berproduksi.
“Kalau saya lebih memilih mengurangi ukurannya saja. Saya kan juga harus memikirkan nasib karyawan saya,” kata pemilik badan usaha dagang CV Sumber Jaya.Co, Vegetarian Food & Beverages Manufacturing yang memproduksi tahu di kawasan Jalan Kenjeran, Cik Ma, Senin,(9/9/2013). Selain memikirkan nasib karyawan, Ia juga tidak ingin semakin terbebani dengan imbas tanggungan dari berhentinya produksi selama dua hari tersebut.
Cik Ma mengatakan akan tetap berproduksi meskipun harus mengurangi jumlah dan ukuran tahu yang diproduksi. “Produksi memang telah berkurang hampir 30 persen,” ujarnya. Jika dikalkulasi, produksi tahu yang sebelumnya 50 blek dalam sehari, kini menyusut antara 20 blek perhari.
Dengan berkurangnya produksi, otomatis pemasaran pun mengalami gangguan. Sebelumnya, tahu yang diproduksi Cik Ma dipasarkan ke beberapa pasar tradisional di Surabaya dan Gresuk, tapi saat ini Ia hanya sanggup menyuplai ke Pasar Kapas Krampung dan penjual eceran.
Dalam sekali produksi, Ia membutuhkan sekitar 15 kg kedelai. Dan Ia mengakui harga kedelai memang terus merangkak naik. Dari yang semula Rp140.000, kemudian naik Rp150.000 hingga sekarang melonjak menjadi Rp170.000 untuk 15 kg kedelai.
Menurut pantauan, harga kedelai di tiga pasar Surabaya, terpantau variatif dan terkesan timpang antara kedelai lokal dengan eks impor. Pada Jumat (06/09) harga kedelai eks impor per kilogramnya dihargai Rp10.600 per kg. Sedangkan kedelai kualitas lokal Rp8.500 per kg. Sebut saja di Pasar Keputran Surabaya, harga masing-masing kedelai kualitas eks impor dengan kedelai lokal tidak beranjak dari Rp10.000 per kg dan Rp8.500 per kg. Harga yang sama juga terjadi di Pasar Wonokromo.
Berbeda halnya dengan Pasar Tambahrejo yang kedelai eks impor dijual dengan harga Rp11.000 per kg. Sedangkan kedelai kualitas lokal sempat naik 6,25% atau sebesar Rp500 dari harga Rp8.000 per kg menjadi Rp8.500 per kg. (k8/r4)