Program Pendidikan SMA/SMK Gratis Gagal Terwujud, Bea Siswa Disalurkan Ke Sekolah Swasta

foto : Whisnu Sakti Buana

Surabaya,(DOC) – Wakil Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan, cita-cita warga Surabaya soal pendidikan SMA/SMK gratis akhirnya gagal terwujud, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Jawa Timur menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018 dimenangkan oleh pasangan Khofifah – Emil Dardak.

Program pendidikan SMA/SMK gratis, menurut Whisnu, menjadi misi dari pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf – Puti Guntur Soekarno. Namun program tersebut nampaknya tak dikehendaki oleh masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya yang lebih memilih Khofifah-Emil.

“Ya itu konsekuensinya. Problemnya kan jadi pilihannya sendiri, lha wong sudah diberi pilihan, nomer satu(Paslon nomer satu,red) itu bayar dan nomer dua gratis. Tapi buktinya warga Surabaya pilih yang mbayar. Ya sudah, ya seperti ini, mau gimana,” jawab Whisnu saat ditanya oleh sejumlah awak media, saat digedung DPRD kota Surabaya, Senin(9/7/2018).

Meski demikian, lanjut WS sapaan akrab Whisnu Sakti, Pemkot Surabaya akan tetap berusaha memenuhi target sekolah gratis 12 tahun.

Program yang tengah disiapkan untuk pendidikan gratis bagi siswa SMA/SMK, yakni salah satunya dengan program beasiswa

“Meskipun pengelolaan pendidikan SMA/SMK telah menjadi wewenang Pemprov, tapi pemkot telah menyiapkan program salah satunya melalui bea siswa,” ungkap politisi PDIP ini.

 

WS menambahkan, program bea siswa untuk siswa SMA/SMK akan disalurkan oleh Pemkot Surabaya ke sekolah-sekolah swasta di Surabaya yang dekat dengan rumah para siswa.

“Bantuan lewat jalur mitra warga, kuotanya tetap 5 persen untuk sekolah negeri. Sementara untuk siswa yang lainnya, kita arahkan ke sekolah-sekolah swasta yang dekat dengan rumah. Ya kalau ada siswa yang menolak karena tak bersedia pindah dari sekolah negeri, itu bukan salah Pemkot,” pungkasnya.(rob/r7)