Ramadhan, Pemkot Gelar Pasar Murah Hingga Sidak Tempat Dugem

Surabaya,(DOC) – Pemerintah kota (pemkot) Surabaya berencana menjual sembilan bahan pokok (Sembako) murah selama Bulan Ramadan berlangsung. Tidak tanggung-tanggung, dalam setiap harinya pemkot menargetkan bisa menjual sembako murah di lima kecamatan secara serentak.
“Kalau selama ini, kita menjual sembako murah pasti ludes terjual. makanya, saya optimis kegiatan serupa yang bakal diselenggarakan pada bulan ramadan ini, juga akan sukses,” terang Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
Menurut Tri Rismaharini, tujuan diadakanya program jual sembako murah adalah untuk membantu mengurangi beban masayarakat akibat naiknya kebutuhan rumah tangga selama bulan ramadan.
“Tapi sebagai langkah awal, kita akan membuka penjulan sembako murah ini di kelurahan-kelurahan yang masih tertinggal. Tapi nanti akan menyeluruh ke seluruh wilayah Kota Surabaya,” tandas Risma, sapaan Tri Rismaharini.
Selain membuka penjualan Sembako yang dilakukan di tiap lima kecamatan dalam satu hari, langkah pemerintah kota untuk meringankan beban ekonomi warga juga dilakukan dengan cara mengajukan mencegah inflasi untuk kenaikan bahan pokok.
“Acara yang akan kita buat nanti sifatnya bukan seremonial,” cetus.
Disinggung soal kemungkinan naiknya angkah krimininalitas selama bulan puasa, secara tegas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) itu mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jatim.
“Tidak hanya masalah keriminalitas saja. Tapi masalah yang lain, seperti masalah petasan juga telah kami bicarakan dengan Polda,” terangnya.
Namun mengacu pada data yang ada dalam dua tahun terakhir, Risma memastikan untuk masalah kriminalitas dan juga petasan sudah menurun jauh bila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.
“Khusus untuk masalah petasan, selama ini memang masih ada korban yang berjatuhan di RSUD dr Soetomo. Tapi saya pastikan, mereka bukan dari Surabaya melainkan luar kota,” ungkap Walikota yang baru saja memutasi ratusan pejabatnya ini.
Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Irvan Widyanto menegaskan, selama bulan ramadan pihaknya akan semakin intens dalam menggelar pegawasan. Diantaranya melakukan pengawasan selama tiga kali dalam satu hari.
“Kita sudah membuat jadwalnya. Untuk waktunya yaitu pagi, siang dan malam hari,” terang Irvan Widyanto.
Menurut Irvan, sesuai dengan hasil seruan bersama yang dilakukan beberapa hari lalu serta peraturan daerah (Perda) No 23 tahun 2012, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi tempat hiburan yang melanggar.
“Jika memang perlu ditutup, kami pasti akan menutup tempat hiburan yang melanggar,” tegasnya.(k1/r7)