Program TMMD Ke-102 Difokuskan di Pasrujambe Untuk Membantu Perekonomian Warga Dan Jalur Evakuasi Cepat

foto : Wasev Mabes TNI-AD tinjau lokasi pelaksanaan pembangunan fisik TMMD ke-102 di Pasrujambe, Lumajang

Lumajang,(DOC) – Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 102 Kodim 0821 Lumajang dipimpin oleh Brigjen TNI-AD Bramantyo meninjau langsung pelaksanaan sasaran fisik TMMD di wilayah Kodim 0821 Lumajang, Kamis(19/7/2018) lusa kemarin.

Setibanya di Makodim 0821, rombongan Wasev Pusterad Mabes TNI disambut langsung Dandim 0821 Lumajang, Letkol Inf Czi Agus Iskarman, S.E., beserta para perwira staf dan pejabat dijajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang.

Tak lama berkoordinasi, rombongan diiringi para pejabat Forkompimda langsung meninjau lokasi sasaran program TMMD yang berada di dusun Jabon dan Tulungrejo, desa Pasrujambe,  kecamatan Pasrujambe, Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0821 Lumajang, Letkol Czi Agus Iskarman, S.E. mengatakan, bahwa kunjungan Wasev TMMD Pusterad Mabes TNI ini, untuk memastikan langsung pelaksanaan program TMMD reguler ke 102 se- Indonesia yang di laksanakan juga di kabupaten Lumajang, berjalan dengan baik.

“Wasev TMMD mengunjungi lokasi diantaranya adalah sasaran fisik berupa pembangunan jalan sepanjang 700 meter yang menghubungkan dua dusun. Selain itu ronvasi pembangunan 2 mushola dan 10 sasaran RTLH(rumah tinggal layak huni,red). Untuk non fisik, tadi meninjau program SIMIKOS dan sosialisasi penerimaan prajurit TNI,” papar Agus.

Letkol Agus Iskarman juga mengutarakan, fokus sasaran pelaksanaan TMMD ke-102 di wilayah Kodim 0821 Lumajang ditempatkan di desa Pasrujambe, kecamatan Pasrujambe, Lumajang, karena ingin membantu warga dusun Jabon dan Tulungrejo dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus membuat jalur evakuasi bencana.

Ia menjelaskan, dua dusun tersebut sering terkena bencana dan warganya terisolir karena tak ada jalur evakuasi cepat.

“Secara geografis Desa Pasrujambe terletak di kaki Gunung Semeru yang setiap saat penduduknya berpotensi terkena ancaman bahaya terhadap letusan Gunung Semeru,” jelasnya.(mam/r7)