Promosi Budaya Indonesia di Korea

Tidak ada komentar 239 views

Seoul, (DOC) – Bertempat di Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), Seoul Korea, 45 peneliti dan dosen dari Indonesia (UI, UGM, Unhas, Univesitas Negeri Padang, Univesitas Negeri Surabaya, Universitas Jendral Sudirman, Universitas Pakuan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, ITS, Universitas Negeri Yogyakarta, UPN Veteran, Universitas Islam Malang dan Universitas Magelang) menghadiri perayaan 50 tahun berdirinya Departemen Malay – Indonesia di HUFS.
Total peserta sejumlah 125 pengajar dan dosen dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, China, Jepang dan Indonesia. Kesemua peserta hadir untuk menyampaikan hasil penelitian dalam rangka Seminar Internasional bertajuk “Bridging the Unbridgeable : Changing Paradigms in Malay – Indonesia Studies”.
Kegiatan yang dibuka oleh Prof. Dr. Koh Young Hun, Ketua Departemen Program Malay – Indonesia dari HUFS ini mengatakan bahwa semenjak berdiri pada tahun 1964, HUFS telah meluluskan sekitar 2.000 mahasiswa, yang telah bekerja di berbagai sektor seperti diplomasi, perdagangan, akademik dan sebagainya. Departemen ini diharapkan mampu menjadi jembatan antar bangsa.
Duta besar Indonesia, John A Prasetio yang turut memberikan sambutan diantaranya menyampaikan bahwa sangat mendukung pelaksanaan konferensi seperti ini. Mengingat hubungan Indonesia – Korea yang sangat erat. Terbukti dengan jumlah orang Korea Selatan di Indonesia sebanyak 85 ribu orang dan telah hadir 1.600 perusahaan Korea Selatan di Indonesia.
Para peneliti dari Indonesia diantaranya membawakan makalah dengan tema seperti Seni Batik sebagai Representasi Silang Budaya pada Identitas Masyarakat Asia Tenggara : Indonesia, Singapura dan Malaysia; Menyongsong Seabad Bahasa Indonesia : Peluang dan Tantangan Menuju Bahasa Indonesia sebagai Salah Satu Bahasa Internasional; Kesantunan Bahasa : Studi Wacana Tulis Peringatan Publik Berbahasa Indonesia; Pembentukan Karakter Siswa melalui Pembelajaran Sastra Berbasis Lesson Study; A Javanese Dialect in Indonesia : Language Maintenance of Language Shift?
Kegiatan yang berlangsung pada 14 – 16 Mei 2014 ini, juga menyelenggarakan pameran foto budaya serta ditutup dengan Malam Budaya (Cultural Night) yang menampilkan pertunjukan budaya seperti Tari Topeng, Tari Gatotkaca; Tari Jaipongan; Tari Saman; Tari Seudati. Dan berbagai tarian dari Malaysia dan Korea Selatan. (r4)