Promosikan Surabaya via Festival Layang-Layang

Tidak ada komentar 278 views

Surabaya, (DOC) – Langit di kawasan Taman Ria Kenjeran (Kenpark), Surabaya, Sabtu (21/9) siang, bakal dipenuhi puluhan layang-layang dengan aneka bentuk, motif dan warna yang menarik. Puluhan pemain layang-layang dari berbagai kota di Indonesia, akan berkumpul untuk memeriahkan festival layang-layang 2013. Mereka akan beradu ketrampilan untuk menjadi yang terbaik dalam festival berskala nasional ini.
Acara tahunan yang sudah digelar untuk ke-16 kalinya ini terselenggara berkat kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya dengan pihak Perlabaya (Persatuan layang-layang Surabaya). Pesertanya adalah masyarakat umum baik pelajar, mahasiswa, serta perkumpulan laying-layang yang ada di Indonesia.
Pemilihan kawasan Kenpark sebagai lokasi langganan penyelenggaraan festival layang-layang dikarenakan memenuhi syarat untuk menerbangkan layang-layang. Selain tidak adanya kabel-kabel yang berada di angkasa serta pohon-pohon berketinggian tiga meter, faktor angin yang cukup kencang juga menjadi pertimbangan utama dipilihnya Kenpark daripada tempat-tempat lainnya di Surabaya.
Kepala Bidang Rekreasi Hiburan Disbudpar Kota Surabaya, Fauzie M Yos mengatakan, pihaknya konsisten menggelar festival layang-layang dari tahun ke tahun sebagai upaya untuk melestarikan budaya yang ada di masyarakat. Lebih dari itu, festival layang-layang ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengenalkan potensi pariwisata Kota Pahlawan kepada orang luar Surabaya.
“Ujung-ujungnya, kalau festival layang-layang ini laku dijual, tentunya akan mendatangkan income. Kita bisa mendapatkan tambahan PAD (Pendapatan Asli daerah) dari pajak hotel maupun restoran yang akan menjadi destinasi para pemain laying-layang selama berada di Surabaya,” tegas Yos dalam jumpa pers di kantor Humas Pemkot Surabaya, Rabu (18/9).
Tujuan yang tidak kalah penting, sambung Yos, festival layang-layang ini juga digelar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Surabaya. Dan memang, setiap kali festival layang-layang digelar, kawasan Ken Park dipenuhi warga Kota Surabaya dan sekitarnya yang ingin melihat langsung bagaimana serunya festival ini. Beberapa orang tua juga mengajak anak-anaknya karena festival ini digelar pada akhir pekan, tepatnya Sabtu dan Minggu.
“Artinya, festival layang-layang ini bisa meningkatkan apresiasi masyarakat tentang budaya, khususnya layang-layang,” imbuh Yos.
Untuk tahun 2013 ini, sedikitnya ada 30 grup layang-layang yang sudah memberikan konfirmasi untuk hadir di Kenpark sebagai peserta festival. Mereka berasal dari berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, hingga Bali. Diantaranya grup layang-layang Petung Tulungagung, Palma Malang, Andri Kite Sidoarjo, Jatayu dan Vanaphrasta Surabaya, Kadek Kite Bali, kemudian Pangeran Petruk Kite Magelang, Pelangi Bengawan Kite Klub Solo dan Bumi Bagus Kite Club Yogyakarta.
Koordinator Perlabaya, Istianto Wicaksono Bagus Nugroho mengatakan, festival layang-layang tahun 2013 ini berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu. Pada tahun lalu, hanya ada satu kategori yang dilombakan. Sementara untuk tahun ini ada tiga kategori. Yakni layang-layang kreasi dua dimensi, layang-layang kreasi tiga dimensi dan layang-layang rangkaian (train).
“Tidak hanya layang-layang hias, ada juga layang-layang untuk olahraga (sport),” ujar Bagus, panggilannya.
Bagus menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah berupaya untuk mengajak serta pemain layang-layang dari luar negeri. Beberapa klub sudah memberikan respon diantaranya dari Malaysia. Tetapi, beberapa lainnya menyatakan tidak bisa hadir karena harus mengikuti agenda lain yang digelar hampir bersamaan. “Mengundang pihak luar negeri itu tidak gampang. Tidak hanya sekadar ngasih undangan. Mereka juga mempertimbangkan waktu pelaksanaan dan biaya. Tetapi yang jelas, kami terus mengupayakan festival ini berkembang lebih bagus,” sambung Bagus.
Pemenang festival layang-layang ini nantinya akan mendapatkan piala dan uang pembinaan dengan total hadiah Rp 33.750.000. Nantinya, untuk tiap kategori akan dipilih tiga pemenang. Untuk menjadi pemenang, layang-layang milik peserta akan melalui serangkan penilaian. Diantaranya bagaimana kerapian layang-layang, serutan bamboo, lukisan dan juga bentuk layang-layang.
“Termasuk juga penilaian ketika terbang. Bagaimana bentuk dan gambarnya, apakah sama atau berubah dengan ketika masih di bawah. Kalau baru terbang jatuh, itu yah ndak dinilai. Kalau diterbangkan tiga kali jatuh, itu didiskualifikasi,” jelas Bagus.
Festival layang-layang ini akan dimeriahkan dengan agenda workshop serta bazaar layang-layang dan juga aeromodelling. Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT direncanakan akan hadir di lokasi. Pada festival layang-layang tahun lalu, Walikota Risma membuka acara sekaligus mencoba menerbangkan layang-layang hias ke angkasa. (r4)