Proses Pemilihan Wawali Jalan di Tempat

Tidak ada komentar 57 views

Surabaya,(DOC) – Pernyataan mengejutkan dilontarkan ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud soal pemilihan Wakil Walikota (wawali). Ia menyatakan, hingga saat ini belum menerima hasil general ceck up yang dilakukan para calon Wawali RSUD dr Soewandhie beberapa hari yang lalu.
“Sampai saat ini, saya belum menerimanya. Kayaknya tidak diserahkan ke saya tapi langsung ke panlih,” kata Machmud, Kamis (17/10/2013) kemarin.
Menurut Machmud, setelah general ceck up calon wakil walikota pada hari Kamis (10/10/2013) hingga saat ini dirinya belum mengetahui proses berikutnya yang bakal dilakukan panitia pemilihan (Panlih). Oleh karena itu, ia meminta para wartawan agar bertanya secara langsung kepada anggota panlih.
“Jadwal berikutnya saya tidak tahu. Makanya, saya akan undang panlih untuk bicara lagi soal jedwal berikutnya itu apa,” sambungnya.
Pernyataan yang disampaikan Machmud ini tetntu bertentangan dengan yang diberikan WS sebelumnya, dimana Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini menyatakan bahwa hasil tes kesehatan yang sudah dilakukan akan segera diserahkan kepada Ketua DPRD Surabaya, Mochammad Machmud melalui sekretaris dewan (sekwan) M. Afghani.
“Kalau tidak hari ini (Jumat, red) ya Senin (14/10/2013) hasil tes tersebut akan kita serahkan,” ungkap WS kala itu.
Sekretaris Panlih Sudirjo menyatakan hingga saat ini hasil general ceck up yang dilakukan para calon wakil walikota, Whisnu Sakti buana (WS) dan Syaifudin Zuhri memang belum diserahkan. Namu ia optimis hasil tersebut bakal diserahkan ke sekretaris dewan (Sekwan) dalam waktu dekat.
“Memang benar yang dikatakan pak Machmud, hingga saat ini hasil tesnya belum diserahkan,” ungkap Sudirjo.
Meski demikian, ia percaya pelaksanaan pemilihan Wakil Walikota bakal diselenggarakan pada pertengahan bulan Nopember. “Meski ada beberapa kekurangan, saya optimis target pemilihan Wawali akan tepat waktu,” janjinya.
Ketua panitia pemilihan Eddie budi Prabowo menambahkan, hingga saat ini beberapa kekurangan berkas persayaratan yang belum dikirim antara lain Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikeluarkan Komisi pemberantasan korupsi (KPK).
Selain LHKPN, Eddie menyebutkan, persayaratan lain yang juga belum diserahkan adalah surat dari Pengadilan Negeri (PN) yang menyatakan bahwa calon yang disung PDIP tidak sedang dalam kondisi pailit atau memiliki hutang.
“Sebenarnya, untuk surat pernyataan pailit ini sudah diserahkan. Tapi waktu itu yang menandatangi hanya wakil Ketua PN. Padahal sayaratnya kan harus langsung dari Ketua. Makanya dulu kita kembalikan,” jelas Eddie embun, sapaan Eddie Budi Prabowo.
Meski demikian, politisi senior ini mengaku tidak memberikan dead line (batas Waktu) untuk penyerahan kekurangan berkas tersebut. “Kita sengaja tidak memberikan batas waktu. Sebab kalau kita kasih waktu, mereka (Cawawali) pasti akan kesulitan untuk melengkapinya,” tandas Eddie Embun.
Terpisah, ketika berusaha dikonfirmasi soal kekurangan berkas yang belum diserahkan kepada panitia pemilihan, salah satu calon wakil walikota Whisnu Sakti Buana (WS) nomor handphone-nya tidak bisa dihubungi.(k1/r7)