Proyek AMC Akan Dongkrak Ekonomi Surabaya

Tidak ada komentar 166 views

Surabaya,(DOC) – Keberadaan proyek angkutan massal cepat (AMC) di Surabaya diperkirakan berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Dari angka satu digit pertumbuhan ekonomi, proyek yang menelan investasi sebesar Rp8,8 triliun itu mendorong sekitar 30 hingga 40%.
Pengamat ekonomi dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Imron Rozuli mengatakan, infrastruktur jalan akan membawa dampak secara langsung pada pertumbuhan ekonomi dan sekaligus investasi. AMC yang berupa trem dan monorail akan mempercepat mobilitas masyarakat dan juga barang. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Surabaya banyak didorong oleh sektor konsumsi. Nah, dengan adanya percepatan mobilitas orang dan barang ini juga akan meningkatkan konsumsi. Transaksi juga akan naik juga,” katanya,Kamis(1/5/2014).
Imron menambahkan, proyek yang didanai oleh pemerintah pusat ini juga akan mengakibatkan pemerataan ekonomi. Artinya, sentra pertumbuhan ekonomi yang selama ini hanya terkonsentrasi di pusat kota, nantinya akan menyebar ke pinggiran kota. “Di seluruh kota-kota besar di dunia, di New Castle (Inggris) misalnya, semuanya mengandalkan tranportasi massal seperti kereta api. Selain mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, juga bisa membuat jalan menjadi lebih tahan lama. Ini karena pengguna kendaraan pribadi semakin jarang,” jelasnya.
Sementara itu, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai, Surabaya membutuhkan AMC untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Tidak hanya untuk saat ini, tapi juga dimasa mendatang. Sebab, pada prinsipinya, AMC bertujuan mengalihkan moda transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan masal. “Rencana Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya membangun AMC merupakan langkah yang tepat. Tapi, pemkot juga harus memperhitungkan okupansi penumpang dan sasaran masyarakat yang akan naik AMC,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Anggota MTI, Ellen Tangkudung.
Surabaya, kata dia, juga merupakan salah satu kota yang terus bertumbuh. Tidak hanya di pusat kota, di pinggiran kota seperti di Surabaya barat dan timur juga mulai berkembang. Ini ditandai dengan banyaknya proyek-proyek properti dari sejumlah pengembang besar seperti Pakuwon Jati, Ciputra dan juga Intiland. Proyek-proyek tersebut tentu berpotensi akan menimbulkan titik-titik kemacetan baru. Sehingga, AMC menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan. “Kalau AMC tidak dipersiapkan mulai dari sekarang, bisa jadi akan terjadi kemacetan akibat pertumbuhan properti tersebut,” terangnya.
Terkait dengan peraturan daerah (perda), Ellen menilai, AMC tetap perlu dicantumkan dalam perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Perda ini menjadi acuan dalam pembangunan dan penataan kota. Pada 2012 lalu, pemkot telah melayangkan raperda RTRW ke pemerintah pusat. Sayangnya,hingga kini pemerintah pusat belum menyetujui, lantaran didalam perda tersebut tidak mencantumkan proyek tol tengah kota. “Belajar dari Jakarta yang memiliki jalan tol tengah kota, tol tengah kota sama halnya dengan memberi peluang bagi kendaraan pribadi. Sehingga, kemacetan masih saja terjadi,” pungkasnya.(r7)